Saturday, September 16, 2017

Praveen Jordan/Debby Susanto Juara Lagi!

Ucok/Debby bersama Vita Marissa (twitter INABadminton)

Pasangan ranking 7 dunia dari Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menjadi juara turnamen bertajuk Korea Open Super Series 2017 (17/09). Partai final ganda campuran yang berlangsung di SK Handball Stadium, Seoul, Korea ini berlangsung selama 46 menit dan kemenangan diraih Praveen/Debby setelah mengalahkan pasangan asal Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping dengan straight game 21-17 dan 21-18.

Keberhasilan PraDeb menjadi juara ini tentunya sangat penting terutama dalam hal menumbuhkan kembali kepercayaan diri mereka. Performa Praveen/Debby bisa dibilang stagnan pasca memenangkan gelar sekelas All England 2016, sepanjang tahun lalu pasangan ini hanya mampu meraih satu gelar lagi yakni di India Grand Prix Gold. Diajang bergengsi seperti super series, PraDeb berhasil melaju ke final Hongkong Super Series, namun sayang mereka harus takluk dari pasangan andalan Indonesia lainnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Di Olimpiade pun PraDeb kembali harus takluk dari Owi/Butet di perempat final. Pada akhir tahun diajang Super Series Final yang berlangsung di Dubai sebenarnya sempat muncul harapan untuk menjadi yang terbaik, PraDeb mulus melaju ke semifinal dimana pada babak grup saat itu berhasil mengalahkan Owi/Butet, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na, dan Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Sayangnya dibabak semifinal mereka takluk ditangan Chris Adcock/Gabrielle Adcock.
Debby Susanto/Praveen Jordan (twitter INABadminton)

Memasuki tahun 2017, tahun yang baru diharapkan Praveen/Debby bisa kembali bersinar dan lebih baik namun mereka memulainya dengan sangat buruk. Di All England, berstatus sebagai juara bertahan, PraDeb jutru takluk dari Yuta Watanabe/Arisa Higashino dibabak pertama. Kekalahan tersebut sangat mengejutkan dan membuat publik bertanya-tanya ada apa dengan mereka. Seminggu berselang, PraDeb berhasil melaju ke final Swiss Grand Prix Gold dan menjadi runner-up setelah kalah dari pasangan Thailand, Dechapol/Sapsiree 2 game langsung.

Pada turnamen selanjutnya, PraDeb kembali turun di Malaysia Super Series Premiere dan tersingkir di babak kedua setelah kalah dari Choi Solgyu/Chae Yoo Jung. Di Singapura Super Series dan Kejuaraan Asia, PraDeb hanya melaju sampai babak perempat final, disingkirkan oleh Dechapol/Sapsiree dan Wang Yilyu/Huang Dongping. Selanjutnya pada Juni lalu, bermain didepan publik sendiri diajang Indonesia Super Series Premier, Praveen/Debby kembali membuat pecinta bulutangkis Indonesia kecewa karena kalah dibabak pertama dari pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Sara Thygesen. Setelah gagal total di kandang, PraDeb kembali bermain diturnamen selanjutnya Australia Super Series, diturnamen tersebut PraDeb melesat ke final dan kembali menjadi runner-up setelah dikalahkan pasangan nomor 1 dunia Zheng Siwei/Chen Qingchen. Agustus lalu, diajang kejuaraan dunia yang berlangsung di Glasgow, Skotlandia, Praveen/Debby hanya berhasil sampai perempat final setelah ditaklukan lagi oleh Zheng Siwei/Chen Qingchen.

Inkonsistensi Praveen Jordan/Debby Susanto tersebut membuat pecinta bulutangkis Indonesia khawatir. Bagaimana tidak, Praveen/Debby saat ini merupakan pasangan yang paling diharapkan untuk menjadi penerus Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, namun mereka tak kunjung menunjukkan bahwa pantas dan bisa mengemban beban yang selama ini Owi/Butet miliki. Bahkan pada tahun ini, Owi/Butet justru masih menjadi andalan Indonesia setelah meraih 2 gelar penting yakni Indonesia Open dan Kejuaraan Dunia. Tak sedikit masyarakat Indonesia yang mulai meragukan pasangan ini, ada pula yang menginginkan Praveen/Debby 'bercerai' dan memulai dengan pasangan baru yang lebih muda.

Kini, Praveen/Debby akhirnya berhasil menjadi juara pertama kalinya ditahun ini dan mencatatkan rekor menjadi ganda campuran Indonesia pertama yang mampu meraih gelar di Korea Super Series. Dengan hasil ini diharapkan Praveen/Debby bisa kembali bangkit dan membayar kepercayaan masyarakat Indonesia untuk bisa menjadi penerus Owi/Butet, bahkan kalau bisa harus menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selamat dan semangat, Ucok/Debby!!

No comments:

Post a Comment