22 Juni 2008, untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menciptakan All Indonesian Final diturnamen berlevel Super Series. Lebih membanggakannya adalah final tersebut berlangsung dirumah sendiri, ditempat megah kebanggaan seluruh rakyat Indonesia bernama Istora Senayan. Kala itu finalnya mempertemukan 2 andalan Indonesia disektor tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro melawan Simon Santoso. Pertandingan tersebut dimenangkan Sony Dwi Kuncoro setelah menang rubber game dengan skor 19-21, 21-14, dan 21-9.
Prestasi tersebut tentunya sangat membanggakan dan langka. Tak mudah membuat partai final antara Indonesia melawan Indonesia kembali terjadi lagi. Apalagi pada turnamen tersebut juga pertama kalinya tunggal putra Indonesia bisa menjadi juara turnamen berlevel Super Series. Sampai kemarin, total tunggal putra Indonesia hanya meraih 10 gelar Super Series. Hasil yang terbilang minim mengingat turnamen berlevel Super Series ini sudah digelar selama 10 tahun. Terlebih terhitung ada 3 tahun tunggal putra Indonesia gagal meraih satupun gelar sepanjang tahun yakni pada 2008, 2011, dan 2015.
Tunggal putra saat ini memang cukup menjadi sorotan publik baik Indonesia maupun Dunia. Sejak dulu Indonesia dikenal memiliki tunggal putra yang menyeramkan, yang mampu meraih banyak gelar seperti Rudy Hartono, Liem Swie King, Alan Budi Kusuma, Hariyanto Arbi, Taufik Hidayat, dll. Kini semua rindu Indonesia memiliki tunggal putra seperti mereka. Nama-nama seperti Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Hayom Rumbaka, dan Tommy Sugiarto mencoba meraih hasil yang sama seperti legendanya, namun hanya nama pertama lah yang hampir mendekatinya.
Kini di era yang baru, tunggal putra Indonesia diisi oleh anak 90an, sebut saja Bayu Pangisthu, Firman Abdul Kholik, Panji Ahmad Maulana, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting yang menjadi andalan Indonesia. Sayangnya, dari sekian nama disebutkan tadi, dua nama pertama yang melejit diawal kemunculannya pada tahun 2015 kini mulai menghilang. Panji masih sedikit diberikan kesempatan. Ihsan, Ginting, dan Jonatan lah nama yang sangat diharapkan. Ketiganya hampir berhasil membawa piala Thomas ke Indonesia pada tahun lalu.
Pada tahun 2017, tersisa 2 nama yang mungkin berpeluang menjadi nama-nama yang akan diingat oleh masyarakat Indonesia selamanya yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Di awal tahun, mereka sempat turun, namun perlahan bangkit. Pada tahun ini, Anthony Ginting berhasil melaju di 4 semifinal tahun ini. Sedangkan Jonatan Christie sukses menjadi runner-up dan juara Sea Games.
![]() |
| Jonatan Christie dan Anthony Ginting (IG bulutangkisri) |
Hari ini 17 September 2017 menjadi hari yang bersejarah lagi bagi Indonesia khususnya tunggal putra. Di turnamen Korea Open Super Series 2017, tunggal putra Indonesia kembali menciptakan All Indonesian Final untuk kedua kalinya. Final tersebut mempertandingkan 2 tunggal putraharapan Indonesia kedepannya, Anthony Sinisuka Ginting melawan Jonatan Christie. Pertandingan tersebut berlangsung ketat dan rubber game yakni 21-13, 19-21, dan 22-20 yang berhasil dimenangkan oleh Anthony Sinisuka Ginting.
Final tersebut menjadi sebuah kejutan yang luar biasa. Baik Anthony maupun Jonatan yang tidak diunggulkan berhasil melaju ke final. Apalagi kedua pemain merupakan nama yang cukup ramai dibicarakan para pecinta bulutangkis Indonesia karena sejak kemunculannya belum pernah merasakan gelar juara BWF satupun, dilevel Grand Prix apalagi Super Series. Bahkan di level Super Series, KoreaSS menjadi turnamen yang pertama kalinya mereka melaju ke final. Sehingga banyak yang meragukan mereka bisa melaju sejauh ini.
Banyak yang menilai mulusnya mereka melaju ke final dikarenakan absennya nama-nama besar seperti Lee Chong Wei, Chen Long, Lin Dan, Viktor Axelsen, Jan O Jorgensen. Selain itu ada yang bilang juga mereka tidak bertemu dengan wakil India yang selama ini menjadi momok bagi tunggal putra Indonesia. Mungkin benar, tapi terlepas dari itu marilah kita bersyukur dan memberikan apresiasi kepada mereka yang mampu membanggakan Indonesia sekarang. Ditambah, mereka tadi menampilkan permainan yang sangat menghibur.
Sekarang, daripada mendebatkan langkah dan hasil mereka di KoreaSS tadi, lebih baik mendoakan dan terus mendukungnya agar bisa meraih gelar-gelar selanjutnya. Terima kasih dan semangat Anthony Ginting & Jonatan Christie!!


No comments:
Post a Comment