Wednesday, August 30, 2017

Pengalaman Nonton: A: Aku, Benci, dan Cinta

Film A: Aku, Benci, dan Cinta merupakan film yang diadaptasi dari sebuah novel best seller yang berjudul sama yang ditulis oleh remaja bernama Wulan Fadi. Film ini diproduksi oleh salah satu rumah produksi ternama di Indonesia, MD Pictures dan disutradarai oleh Rizki Balki.

'A: Aku Benci, dan Cinta' berceritakan seorang Alvaro (Jefri Nichol) seorang cowok yang menyebalkan bagi Anggia (Indah Permatasari) yang kebetulan mereka menjabat sebagai ketua osis dan wakilnya. Dalam rapat mereka tidak pernah akur, ketika Anggia tidak setuju dengan usulan untuk mengadakan promnight, Alvaro justru meledeknya, takut Anggia tidak mendapatkan pasangan dimalam itu.

Dalam suatu ketika, Alvaro dan Anggia dipaksa untuk bekerja sama oleh guru di sekolahnya guna mendapatkan nilai yang lebih baik. Seiring berjalannya kerjasama diantara mereka, timbulah benih-benih cinta dan hal itulah yang menjadi awal mula permasalahan yang pelik pada film ini.

Ide cerita film 'A: Aku, Benci, dan Cinta' ini sebenarnya menarik. Awalnya saya mengira film ini akan menjadi film drama remaja lainnya yang full baper, penuh dengan kutipan-kutipan romantis yang terkadang membuat eneg. Namun ternyata tidak, film A tidak melulu soal drama, melainkan menyisipkan komedi dibeberapa adegan yang membuat film ini menjadi seru dan asyik untuk dinikmati.

Selain Jefri Nichol dan Indah Permatasari, di film ini dipenuhi oleh talenta-talenta muda seperti Brandon Salim dan Amanda Rawles sebagai Alex dan Athala yang merupakan sahabat Alvaro serta Syifa Hadju sebagai Tara yang memainkan perannya sesuai dengan karakternya. Meskipun Amanda-Nichol bermain bersama difilm ini namun kolaborasi diantara mereka tidak seperti 2 film sebelumnya (Dear Nathan dan Jailangkung), melainkan Jefri Nichol lebih banyak berkolaborasi dengan Indah Permatasari. Ternyata chemistry antara Nichol-Indah tidak kalah baik dengan duet Nichol-Amanda.

Visualisasi yang disajikan difilm ini seperti penggunaan green screen untuk dibeberapa adegan imajinasi tokoh yang membuat filmnya tidak membosankan dan menghibur. Soundtrack atau puisi Anggia yang kalau tidak salah beberapa kali disetel awalnya saya tidak menyukainya dijadikan lagu karena terkesan memaksakan, namun lama-kelamaan terutama diakhir justru menikmatinya bahkan terngiang-ngiang dikepala hingga sampai saat saya menulis ini sambil mendengarkan lagu puisi ini haha.

Secara keseluruhan film ini layak untuk ditonton, Bagi saya ini film ketiga drama percintaan remaja yang difavoritkan setelah 'Gita Cinta dari SMA' dan 'Dear Nathan' pada tahun ini. Kalau ditanya mengapa baru nulis sekarang, jawabannya adalah baru nonton tadi dan menyesalinya baru nonton karena saat ini sudah sedikit bioskop yang masih menayangkan film ini, apalagi besok akan tayang film komedi luar biasa Warkop DKI Reborn Part 2. Jadi.. jika besok atau kapanpun masih tayang dan belum nonton, cepatlah nonton sebelum layar habis!

1 comment: