Sunday, October 22, 2017

Siapa Aja yang Bisa Ikut AJC dan WJC 2018? (Part 1)

Indonesia mengakhiri kejuaraan bergengsi junior tahun ini dengan sangat baik. Total 9 medali didapat baik dari AJC maupun WJC. Sebagai informasi, para atlet yang mewakili Indonesia diajang kejuaraan junior asia dan dunia merupakan mereka yang berumur dibawah 19 tahun atau maksimal kelahiran 1999. Ditahun depan, kebanyakan dari mereka sudah harus menghadapi persaingan bulutangkis sesungguhnya tanpa mengenal umur atau tidak bisa mengikuti kejuaraan junior lagi.

Meskipun kejuaraan junior asia atau dunia tahun depan belum ditentukan diselenggarakan dimana, Indonesia tentu harus menyiapkan pasukan baru untuk tahun depan. Tidak hanya pas-pasan, melainkan harus lebih dari kuota yang diberikan guna memberikan persaingan antar atlet berebut tempat di AJC dan WJC tahun depan. Dikejuaraan asia Indonesia mendapatkan slot masing-masing 4 tunggal putra dan putri, 3 ganda putra dan putri, serta 4 ganda campuran. Jikalau Indonesia kembali menjadi tuan rumah, maka slot yang didapat setiap sektor bertambah 2. Sedangkan untuk kejuaraan dunia, dikarenakan Indonesia berhasil lolos 8 besar tahun ini, maka slot yang didapatkan hampir sama seperti AJC yakni 4 tunggal putra dan putri, 3 ganda putra dan putri, serta 4 ganda campuran. Namun untuk di WJC meskipun nantinya Indonesia kembali jadi tuan rumah, kuota yang didapat tetap sama tidak ada tambahan seperti di AJC. Tahun depan mereka yang berlaga di kejuaraan junior mewakili Indonesia adalah pemuda pemudi yang memiliki kelahiran maksimal tahun 2000. Lalu siapa aja mereka yang berpeluang membela Indonesia? Berikut beberapa prediksinya!

Iksan, Alvin, Karono, Syabda
Tunggal Putra
1. Iksan Leonardo Imanuel Rumbay: Nama Ikhsan Leonardo baru mulai melesat ditahun ini setelah terpilih menjadi salah satu skuat inti beregu AJC yang meraih medali perak. Di sektor perorangan juga Ikhsan berhasil melaju kebabak 8 besar. Atlet rupawan idola para wanita ini semakin dikenal setelah menjadi juara MalaysiaJrIC bulan lalu. Tak hanya AJC, Ikhsan juga nyatanya menembus skuat WJC baik beregu maupun perorangan. Sayangnya pencapaiannya tidak begitu mulus, Ikhsan kalah dibabak ketiga WJC tahun ini. Dengan pengalamannya yang sudah tur dunia, diharapkan Ikhsan semakin matang dan tahun depan jadi andalan Indonesia.
2. Alberto Alvin Yulianto: Sama seperti Ikhsan, Alvin merupakan salah satu atlet yang sudah ikut kejuaraan junior pada tahun ini. Namun Alvin hanya mengikuti diajang perorangan. Di AJC dan WJC tahun ini ditahun debutnya Alvin tampil cukup mengesankan, ia berhasil lolos ke babak 16 besar baik AJC maupun WJC. Pencapaian terbaik MS Junior tahun ini. Selain tampil di AJC dan WJC, Alvin menjadi semifinalist diajang PeruIS dan MalaysiaJrIC. Dengan segala prestasinya tersebut rasanya Alvin akan menjadi berebut tempat inti dengan Ikhsan di kejuaraan junior tahun depan.
3. Karono Suwarno: Nama Karono mungkin masih terdengar asing ditelinga masyarakat Indonesia. Karono sebenarnya pada tahun ini sempat ikut seleksi bersama Ikhsan, Gatjra, Alvin, dan Diaz namun sayang ia tidak terpilih. Ditahun ini, Karono berhasil menjadi juara Sirnas Premier Cilegon kategori tunggal taruna putra mengalahkan Auditya Alpha Hidayat dan diseri berikutnya Karono harus puas jadi runner-up Sirnas Premier Bandung setelah Auditya membalas kekalahannya. Dengan prestasi tersebut dan sirnas masih tersisa 2, jika terus meningkat bukan tidak mungkin Karono akan menembus skuat kejuaraan junior tahun depan.
4. Syabda Perkasa Belawa: PB Djarum sejak dulu dikenal klub penghasil pemain top nasional bahkan dunia. Saat ini DJM memiliki pemain tunggal putra remaja yang berbakat, yang mungkin dimasa mendatang akan jadi pemain top dunia, yaitu namanya Syabda Perkasa. Syabda di sirnas pada tahun ini ia sudah berdiri dipodium sebanyak 4 kali. 2 diantaranya menjadi juara yakni di Sirnas Cilegon dan Sirnas Bandung. Bulan lalu Syabda juga mengikuti kejuaraan Asia U17 di Myanmar, sayangnya ia kalah dari Kunvalut di babak 8 besar. Meski masih berusia 16 tahun, namun prestasinya saat ini tidak bisa diremehkan. Dengan segala prestasinya tersebut, Syabda tentu berpeluang masuk skuat inti AJC atau WJC tahun depan.
Selain 4 nama diatas, masih ada nama-nama lain yang tak kalah hebat dan berpeluang ikut AJC dan WJC tahun depan seperti Bobby Setiabudi, Muhammad Akbar Firdaus, Christian Adinata, Ilmi taufik Hidayat, dan Muhammad Iqbal.

Savira, Epril, Aisha, Putri
Tunggal Putri:
1. Savira Sandradewi: Savira Sandradewi ini adalah salah satu pemain tunggal putri yang berada di pelatnas pratama. Pada tahun ini ia sudah ikut AJC, namun sayang lengkahnya hanya sampai R2. Pada akhir tahun lalu, Vira merupakan juara Junior Master. Tahun lalu juga ia mengikuti Kejuaraan Asia U17 dan melaju hingga Semifinal setelah kalah dari Pattarasuda Chaiwan. Dengan bekal pengalaman yang cukup banyak, tahun depan AJC WJC rasanya ia akan jadi pengganti Gregoria sebagai andalan Indonesia.
2. Eprilia Mega Ayu Swastika: Sama seperti Vira, Epril merupakan salah satu penghuni pelatnas pratama saat ini. Epril pada AJC lalu juga sudah ikut serta diajang perorangan dan ia hanya melaju sampai babak ketiga. Status Pelatnas dan pengalaman AJC tahun ini, mungkin cukup untuk dia kembali bertarung dikejuaraan junior tahun depan.
3. Putri Kusumawardhani: Putri Kusumawardai merupakan atlet asal PB Exist. Diajang junior master tahun lalu, Putri berada diperingkat kedua dibawah Savira. Tahun lalu juga ia di kejuaraan Asia U15 mampu mencapai QF dan tahun ini kejuaraan asia U17 ia melaju hingga babak ketiga. Ditahun ini pula Putri sudah akrab dengan podium Sirnas, ia berhasil jadi juara di Sirnas Cilegon dan Sirnas Batam kategori TRI. Prestasinya yang cukup baik tahun lalu dan tahun ini, peluang ia ikut AJC WJC tahun depan terbuka lebar.
4. Aisha Galuh Maheswari: Pemain ini merupakan tunggal putri didikan PB Djarum. Usia yang masih 15 tahun namun prestasinya cukup membanggakan. Sejak 2015 ia sudah mengikuti kejuaraan Asia U15, saat itu ia melaju hingga 8 besar. Ditahun berikutnya dengan kelompok umur yang sama Aisha mengalami peningkatan. Ia melenggang ke babak semifinal. Seakan tidak pernah puas, ditahun ini Aisha berpartisipasi kembali dikejuaraan Asia namun naik kelas jadi U17. Baru saja naik tingkat tapi pencapaiannya tidak buruk, ia mampu ke babak 8besar. Di ajang Sirnas tahun ini pun Aisha merebut 1 gelar yakni di Sirnas Manado. Pengalaman internasional cukup banyak dan masih sangat belia, tidak mengherankan jika tahun depan Aisha ada di AJC maupun WJC.
Sebenarnya masih ada banyak lagi remaja-taruna yang cukup layak dan berpeluang ke kejuaraan junior tahun depan. Alifia Intan Nurrohkhim, Yasnita Enggira Setiawan, Aisyah Sativa, Stephanie Widjaja, serta Syalsabila Vahira Irmawan pasti akan berusaha sekeras mungkin untuk bersaing memperebutkan tempat.

No comments:

Post a Comment