![]() |
| (foto: djarumbadminton) |
1. Ghifari Anandaffa Prihardika/Ferdian Mahardika: Ghifari/Ferdian adalah pasangan ganda putra dari PB Jaya Raya Jakarta. Pasangan ini pada AJC kemarin juga diturunkan dan hasilnya hampai babak kedua. Ghifari sendiri sebenarnya di WJC juga ikut serta, namun ia dipasangkan dengan Ade Bagus Sapta asal PB Exist, sementara Ferdian tidak diikutkan. Pasangan Ghifari/Ade hanya sampai babak ketiga. Dengan pernah diikutkan AJC/WJC tahun ini, kans mereka untuk tahun depan sepertinya cukup terbuka meskipun jika nantinya mereka tidak dipasangkan.
2. Rehan Naufal Kusharjanto: Siapa yang tak mengenal Rehan sekarang? Juara ganda campuran AJC dan runner-up ganda campuran WJC ini masih bisa ikut junior tahun depan. Di ganda putra, saat AJC Rehan berpasangan dengan Rinov Rivaldy namun hanya melaju sampai babak kedua. Sementara di WJC ia hanya diganda campuran. Meskipun spesialis ganda campuran, namun nama Rehan bisa jadi opsi tambahan bagi ganda putra tahun depan di AJC atau WJC.
3. Ade Bagus Sapta Ramadhany: Pemain asal PB Exist ini sebenarnya berpasangan dengan Alan Afwanil, sebelum WJC dimulai pun ia dengan Alan ikut seleksi untuk menentukan pasangan yang lolos ke WJC. Saat seleksi mereka bersama pasangan Ghifari/Ferdian, namun dihasil akhir tim pelatih memilih membuat racikan baru sehingga terpilihlah Ade Bagus/Ghifari Ferdian. Ditahun ini Ade/Alan disirnas penampilannya cukup oke, mereka berhasil menjadi juara di Sirnas Manado dan Sinas Bandung. Sayangnya pasangan ini tidak bisa ke kejuaraan junior tahun depan karena Alan Afwanil tahun ini adalah tahun terakhirnya dijunior. Untuk Ade Bagus, dengan pengalaman & prestasi cukup baik sepertinya pengalaman ia ke kejuaraan junior tahun depan terbuka meski dengan pasangan yang berbeda.
Untuk pasangan ganda putra ini cukup sulit dikarenakan banyak yang berganti-ganti pasangan dan belum begitu konsisten dibanding 4 nama tersebut. Sejauh ini masih ada lagi beberapa nama yang berpotensi ke kejuaraan junior bergengsi tahun depan seperti Habib Alfariz/Steven Henri Cornelius, Daniel Marthin/Leo Rollycarnando, Rizki Adam, Andre Timotius Tololiu/Alfa Rizki Fadlika, Ari Kusuma/Bagas Febrian, serta Pramudya Kusumawardana. Selama mereka bisa konsisten dan membuktikan diri pantas maju, bukan tidak mungkin mereka ada yang dipanggil.
![]() |
| (Foto: djarumbadminton & badmintonindonesia) |
1. Siti Fadia Silva/Agatha Imanuela: Sebuah jaminan sepertinya bagi mereka untuk tetap bertahan di pelatnas dan kembali mewakili Indonesia diajang AJC atau WJC tahun depan. Awal kemunculan mereka adalah ketika mampu menyulitkan pasangan dunia Luo Ying/Luo Yu diajang Indonesia Open tahun ini. Pencapaian mereka selain itu juga fantastis, Fadia/Agatha meraih perunggu di AJC dan di WJC tahun ini mereka berhasil sampai kebabak 8 besar. Ditahun depan, tentu mereka akan jadi andalan Indonesia.
2. Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma: Pasangan yang satu ini sama seperti Fadia/Agatha yang berasal dari PB Djarum. Tahun lalu ketika masih di Djarum, Ana/Ribka ini merupakan rival dari Fadia/Agatha. Mereka adalah runner-up dari kejuaraan Asia U15 tahun lalu dimana mereka kalah dari Fadia/Agatha. Ditahun ini sayangnya mereka berpisah, nasib pun berbeda. Ribka tahun ini semakin matang setelah berpasangan dengan Jauza yang mampu meraih perunggu AJC dan perak WJC. Sedangkan Febriana hanya 'diperem' di Pelatnas. Sangat disayangkan memang. Namun untuk tahun depan, dengan bekal pengalaman Ribka tahun ini yang sangat baik, bisa saja mereka kembali dipasangkan dan menjadi andalan tambahan bagi Indonesia disektor ganda putri.
3. Febby Valencia/Lisa Ayu Kusumawati: PB Djarum memang tak pernah ada habisnya dalam hal menerbitkan pemain ganda berbakat. Setelah Fadia/Agatha dan Ribka/Ana, masih ada lagi pasangan Febby/Lisa. Febby/Lisa ditahun ini sudah mengikuti AJC di Tangerang Selatan Juli lalu. Kala itu Febby/Lisa dipanggil bersama Metya untuk mewakili Indonesia di AJC selain yang ada dipelatnas. Namun sayangnya hasil mereka tidak maksimal. Febby/Lisa harus tersingkir dibabak kedua. Pada tahun ini Febby/Lisa sendiri telah berhasil merengkuh gelar Sirnas yakni ketika gelaran tersebut berkunjung ke Manado. Dengan pengalaman AJC lalu, peluang mereka untuk kembali bertanding diajang bergengsi junior tersebut cukup terbuka.
Sektor ganda putri merupakan sektor yang sangat ketat dikarenakan banyak bakat-bakat baru yang bermunculan. Selain ketiga pasangan tersebut, masih ada beberapa nama seperti dua ganda PB Exist, Melani Mamahit/Putri Larasati dan Putri Syaikah/Nita Violina. Lalu ada juga Kelly Larissa/Shelandry Vyola dan Putri Andini/Rayhan Vania Salsabilla.
![]() |
| (foto: djarumbadminton) |
1. Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva: Rehan/Fadia. Ketika nama mereka disebut saja orang pasti sudah tau apa yang telah ia capai pada tahun ini. Lalu... Apa yang harus ditulis lagi? Sudah 100% pasti dan jaminan mereka akan kembali tampil tahun depan. Juara AJC dan runner-up WJC masa nggak dipanggil, yakali... Jika memang mereka tak ikut kejuaraan junior tahun depan, sudah pasti mereka ada yang cedera (amit-amit) atau sudah naik kelas yang berarti junior bukan lagi kelasnya mereka.
2. Pramudya Kusumawardana/Lisa Ayu Kusumawati: Pasangan asal PB Djarum ini merupakan salah satu pasangan yang tampil di AJC tahun ini. Pram/Lisa kala itu hanya berhasil melaju hingga babak kedua sebelum akhirnya disingkarkan oleh pasangan China. Pada tahun ini juga ia adalah runner-up Sirnas di Manado pada Maret lalu. Ditahun 2016 Pram/Lisa pernah mengikuti kejuaraan Asia U17 dan pencapaian mereka cukup baik yakni melaju hingga babak semifinal. Jika terus tampil baik, pasangan ini bisa saja menjadi andalan Indonesia selain Rehan/Fadia.
3. Timoti Wuisan/Beverly Gabriela: Keponakan dari Greysia Polii, Beverly Gabriela ternyata masih kelahiran tahun 2000. Sejak dulu ia rutin mengikuti Sirnas dan pada tahun ini bersama pasangannya diganda campuran, Timoti Wuisan, tidak jarang mereka berada dipodium. Timoti/Bev pernah berada dipodium tertinggi di Sirnas Premier Bandung. Ditahun 2016 mereka juga sudah mengikuti kejuaraan Asia U17 dan melaju sampai kebabak 8 besar. Dengan beberapa raihan yang cukup membanggakan tersebut, tidak menutup kemungkinan mereka akan tampil dikejuaraan junior asia dan dunia tahun depan.
Sektor ganda campuran untuk kelas Taruna pada tahun depan cukup merata karena tidak ada yang mampu menguasainya secara rutin karna banyak dari kelas Taruna sekarang sudah lulus junior. Namun masih ada beberapa pasangan yang berpotensi menjadi yang terbaik guna berebut tempat inti seperti Leo Rollycarnando/Metya Inayah, Ghifari Anandaffa/Dhea Bunga Anjani, Giovani Fevta/Nita Violina, dan Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning. Bahkan bisa saja nama Ribka Sugiarto akan bermain di ganda campuran jika ada pasangan yang cocok.



















