Sunday, October 22, 2017

Siapa Aja yang Bisa Ikut AJC dan WJC 2018? (Part 2)

(foto: djarumbadminton)
Ganda Putra
1. Ghifari Anandaffa Prihardika/Ferdian Mahardika: Ghifari/Ferdian adalah pasangan ganda putra dari PB Jaya Raya Jakarta. Pasangan ini pada AJC kemarin juga diturunkan dan hasilnya hampai babak kedua. Ghifari sendiri sebenarnya di WJC juga ikut serta, namun ia dipasangkan dengan Ade Bagus Sapta asal PB Exist, sementara Ferdian tidak diikutkan. Pasangan Ghifari/Ade hanya sampai babak ketiga. Dengan pernah diikutkan AJC/WJC tahun ini, kans mereka untuk tahun depan sepertinya cukup terbuka meskipun jika nantinya mereka tidak dipasangkan.
2. Rehan Naufal Kusharjanto: Siapa yang tak mengenal Rehan sekarang? Juara ganda campuran AJC dan runner-up ganda campuran WJC ini masih bisa ikut junior tahun depan. Di ganda putra, saat AJC Rehan berpasangan dengan Rinov Rivaldy namun hanya melaju sampai babak kedua. Sementara di WJC ia hanya diganda campuran. Meskipun spesialis ganda campuran, namun nama Rehan bisa jadi opsi tambahan bagi ganda putra tahun depan di AJC atau WJC.
3. Ade Bagus Sapta Ramadhany: Pemain asal PB Exist ini sebenarnya berpasangan dengan Alan Afwanil, sebelum WJC dimulai pun ia dengan Alan ikut seleksi untuk menentukan pasangan yang lolos ke WJC. Saat seleksi mereka bersama pasangan Ghifari/Ferdian, namun dihasil akhir tim pelatih memilih membuat racikan baru sehingga terpilihlah Ade Bagus/Ghifari Ferdian. Ditahun ini Ade/Alan disirnas penampilannya cukup oke, mereka berhasil menjadi juara di Sirnas Manado dan Sinas Bandung. Sayangnya pasangan ini tidak bisa ke kejuaraan junior tahun depan karena Alan Afwanil tahun ini adalah tahun terakhirnya dijunior. Untuk Ade Bagus, dengan pengalaman & prestasi cukup baik sepertinya pengalaman ia ke kejuaraan junior tahun depan terbuka meski dengan pasangan yang berbeda.
Untuk pasangan ganda putra ini cukup sulit dikarenakan banyak yang berganti-ganti pasangan dan belum begitu konsisten dibanding 4 nama tersebut. Sejauh ini masih ada lagi beberapa nama yang berpotensi ke kejuaraan junior bergengsi tahun depan seperti Habib Alfariz/Steven Henri Cornelius, Daniel Marthin/Leo Rollycarnando, Rizki Adam, Andre Timotius Tololiu/Alfa Rizki Fadlika, Ari Kusuma/Bagas Febrian, serta Pramudya Kusumawardana. Selama mereka bisa konsisten dan membuktikan diri pantas maju, bukan tidak mungkin mereka ada yang dipanggil.

(Foto: djarumbadminton & badmintonindonesia)
Ganda Putri
1. Siti Fadia Silva/Agatha Imanuela: Sebuah jaminan sepertinya bagi mereka untuk tetap bertahan di pelatnas dan kembali mewakili Indonesia diajang AJC atau WJC tahun depan. Awal kemunculan mereka adalah ketika mampu menyulitkan pasangan dunia Luo Ying/Luo Yu diajang Indonesia Open tahun ini. Pencapaian mereka selain itu juga fantastis, Fadia/Agatha meraih perunggu di AJC dan di WJC tahun ini mereka berhasil sampai kebabak 8 besar. Ditahun depan, tentu mereka akan jadi andalan Indonesia.
2. Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma: Pasangan yang satu ini sama seperti Fadia/Agatha yang berasal dari PB Djarum. Tahun lalu ketika masih di Djarum, Ana/Ribka ini merupakan rival dari Fadia/Agatha. Mereka adalah runner-up dari kejuaraan Asia U15 tahun lalu dimana mereka kalah dari Fadia/Agatha. Ditahun ini sayangnya mereka berpisah, nasib pun berbeda. Ribka tahun ini semakin matang setelah berpasangan dengan Jauza yang mampu meraih perunggu AJC dan perak WJC. Sedangkan Febriana hanya 'diperem' di Pelatnas. Sangat disayangkan memang. Namun untuk tahun depan, dengan bekal pengalaman Ribka tahun ini yang sangat baik, bisa saja mereka kembali dipasangkan dan menjadi andalan tambahan bagi Indonesia disektor ganda putri.
3. Febby Valencia/Lisa Ayu Kusumawati: PB Djarum memang tak pernah ada habisnya dalam hal menerbitkan pemain ganda berbakat. Setelah Fadia/Agatha dan Ribka/Ana, masih ada lagi pasangan Febby/Lisa. Febby/Lisa ditahun ini sudah mengikuti AJC di Tangerang Selatan Juli lalu. Kala itu Febby/Lisa dipanggil bersama Metya untuk mewakili Indonesia di AJC selain yang ada dipelatnas. Namun sayangnya hasil mereka tidak maksimal. Febby/Lisa harus tersingkir dibabak kedua. Pada tahun ini Febby/Lisa sendiri telah berhasil merengkuh gelar Sirnas yakni ketika gelaran tersebut berkunjung ke Manado. Dengan pengalaman AJC lalu, peluang mereka untuk kembali bertanding diajang bergengsi junior tersebut cukup terbuka.
Sektor ganda putri merupakan sektor yang sangat ketat dikarenakan banyak bakat-bakat baru yang bermunculan. Selain ketiga pasangan tersebut, masih ada beberapa nama seperti dua ganda PB Exist, Melani Mamahit/Putri Larasati dan Putri Syaikah/Nita Violina. Lalu ada juga Kelly Larissa/Shelandry Vyola dan Putri Andini/Rayhan Vania Salsabilla.

(foto: djarumbadminton)
Ganda Campuran
1. Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva: Rehan/Fadia. Ketika nama mereka disebut saja orang pasti sudah tau apa yang telah ia capai pada tahun ini. Lalu... Apa yang harus ditulis lagi? Sudah 100% pasti dan jaminan mereka akan kembali tampil tahun depan. Juara AJC dan runner-up WJC masa nggak dipanggil, yakali... Jika memang mereka tak ikut kejuaraan junior tahun depan, sudah pasti mereka ada yang cedera (amit-amit) atau sudah naik kelas yang berarti junior bukan lagi kelasnya mereka.
2. Pramudya Kusumawardana/Lisa Ayu Kusumawati: Pasangan asal PB Djarum ini merupakan salah satu pasangan yang tampil di AJC tahun ini. Pram/Lisa kala itu hanya berhasil melaju hingga babak kedua sebelum akhirnya disingkarkan oleh pasangan China. Pada tahun ini juga ia adalah runner-up Sirnas di Manado pada Maret lalu. Ditahun 2016 Pram/Lisa pernah mengikuti kejuaraan Asia U17 dan pencapaian mereka cukup baik yakni melaju hingga babak semifinal. Jika terus tampil baik, pasangan ini bisa saja menjadi andalan Indonesia selain Rehan/Fadia.
3. Timoti Wuisan/Beverly Gabriela: Keponakan dari Greysia Polii, Beverly Gabriela ternyata masih kelahiran tahun 2000. Sejak dulu ia rutin mengikuti Sirnas dan pada tahun ini bersama pasangannya diganda campuran, Timoti Wuisan, tidak jarang mereka berada dipodium. Timoti/Bev pernah berada dipodium tertinggi di Sirnas Premier Bandung. Ditahun 2016 mereka juga sudah mengikuti kejuaraan Asia U17 dan melaju sampai kebabak 8 besar. Dengan beberapa raihan yang cukup membanggakan tersebut, tidak menutup kemungkinan mereka akan tampil dikejuaraan junior asia dan dunia tahun depan.
Sektor ganda campuran untuk kelas Taruna pada tahun depan cukup merata karena tidak ada yang mampu menguasainya secara rutin karna banyak dari kelas Taruna sekarang sudah lulus junior. Namun masih ada beberapa pasangan yang berpotensi menjadi yang terbaik guna berebut tempat inti seperti Leo Rollycarnando/Metya Inayah, Ghifari Anandaffa/Dhea Bunga Anjani, Giovani Fevta/Nita Violina, dan Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning. Bahkan bisa saja nama Ribka Sugiarto akan bermain di ganda campuran jika ada pasangan yang cocok.

Siapa Aja yang Bisa Ikut AJC dan WJC 2018? (Part 1)

Indonesia mengakhiri kejuaraan bergengsi junior tahun ini dengan sangat baik. Total 9 medali didapat baik dari AJC maupun WJC. Sebagai informasi, para atlet yang mewakili Indonesia diajang kejuaraan junior asia dan dunia merupakan mereka yang berumur dibawah 19 tahun atau maksimal kelahiran 1999. Ditahun depan, kebanyakan dari mereka sudah harus menghadapi persaingan bulutangkis sesungguhnya tanpa mengenal umur atau tidak bisa mengikuti kejuaraan junior lagi.

Meskipun kejuaraan junior asia atau dunia tahun depan belum ditentukan diselenggarakan dimana, Indonesia tentu harus menyiapkan pasukan baru untuk tahun depan. Tidak hanya pas-pasan, melainkan harus lebih dari kuota yang diberikan guna memberikan persaingan antar atlet berebut tempat di AJC dan WJC tahun depan. Dikejuaraan asia Indonesia mendapatkan slot masing-masing 4 tunggal putra dan putri, 3 ganda putra dan putri, serta 4 ganda campuran. Jikalau Indonesia kembali menjadi tuan rumah, maka slot yang didapat setiap sektor bertambah 2. Sedangkan untuk kejuaraan dunia, dikarenakan Indonesia berhasil lolos 8 besar tahun ini, maka slot yang didapatkan hampir sama seperti AJC yakni 4 tunggal putra dan putri, 3 ganda putra dan putri, serta 4 ganda campuran. Namun untuk di WJC meskipun nantinya Indonesia kembali jadi tuan rumah, kuota yang didapat tetap sama tidak ada tambahan seperti di AJC. Tahun depan mereka yang berlaga di kejuaraan junior mewakili Indonesia adalah pemuda pemudi yang memiliki kelahiran maksimal tahun 2000. Lalu siapa aja mereka yang berpeluang membela Indonesia? Berikut beberapa prediksinya!

Iksan, Alvin, Karono, Syabda
Tunggal Putra
1. Iksan Leonardo Imanuel Rumbay: Nama Ikhsan Leonardo baru mulai melesat ditahun ini setelah terpilih menjadi salah satu skuat inti beregu AJC yang meraih medali perak. Di sektor perorangan juga Ikhsan berhasil melaju kebabak 8 besar. Atlet rupawan idola para wanita ini semakin dikenal setelah menjadi juara MalaysiaJrIC bulan lalu. Tak hanya AJC, Ikhsan juga nyatanya menembus skuat WJC baik beregu maupun perorangan. Sayangnya pencapaiannya tidak begitu mulus, Ikhsan kalah dibabak ketiga WJC tahun ini. Dengan pengalamannya yang sudah tur dunia, diharapkan Ikhsan semakin matang dan tahun depan jadi andalan Indonesia.
2. Alberto Alvin Yulianto: Sama seperti Ikhsan, Alvin merupakan salah satu atlet yang sudah ikut kejuaraan junior pada tahun ini. Namun Alvin hanya mengikuti diajang perorangan. Di AJC dan WJC tahun ini ditahun debutnya Alvin tampil cukup mengesankan, ia berhasil lolos ke babak 16 besar baik AJC maupun WJC. Pencapaian terbaik MS Junior tahun ini. Selain tampil di AJC dan WJC, Alvin menjadi semifinalist diajang PeruIS dan MalaysiaJrIC. Dengan segala prestasinya tersebut rasanya Alvin akan menjadi berebut tempat inti dengan Ikhsan di kejuaraan junior tahun depan.
3. Karono Suwarno: Nama Karono mungkin masih terdengar asing ditelinga masyarakat Indonesia. Karono sebenarnya pada tahun ini sempat ikut seleksi bersama Ikhsan, Gatjra, Alvin, dan Diaz namun sayang ia tidak terpilih. Ditahun ini, Karono berhasil menjadi juara Sirnas Premier Cilegon kategori tunggal taruna putra mengalahkan Auditya Alpha Hidayat dan diseri berikutnya Karono harus puas jadi runner-up Sirnas Premier Bandung setelah Auditya membalas kekalahannya. Dengan prestasi tersebut dan sirnas masih tersisa 2, jika terus meningkat bukan tidak mungkin Karono akan menembus skuat kejuaraan junior tahun depan.
4. Syabda Perkasa Belawa: PB Djarum sejak dulu dikenal klub penghasil pemain top nasional bahkan dunia. Saat ini DJM memiliki pemain tunggal putra remaja yang berbakat, yang mungkin dimasa mendatang akan jadi pemain top dunia, yaitu namanya Syabda Perkasa. Syabda di sirnas pada tahun ini ia sudah berdiri dipodium sebanyak 4 kali. 2 diantaranya menjadi juara yakni di Sirnas Cilegon dan Sirnas Bandung. Bulan lalu Syabda juga mengikuti kejuaraan Asia U17 di Myanmar, sayangnya ia kalah dari Kunvalut di babak 8 besar. Meski masih berusia 16 tahun, namun prestasinya saat ini tidak bisa diremehkan. Dengan segala prestasinya tersebut, Syabda tentu berpeluang masuk skuat inti AJC atau WJC tahun depan.
Selain 4 nama diatas, masih ada nama-nama lain yang tak kalah hebat dan berpeluang ikut AJC dan WJC tahun depan seperti Bobby Setiabudi, Muhammad Akbar Firdaus, Christian Adinata, Ilmi taufik Hidayat, dan Muhammad Iqbal.

Savira, Epril, Aisha, Putri
Tunggal Putri:
1. Savira Sandradewi: Savira Sandradewi ini adalah salah satu pemain tunggal putri yang berada di pelatnas pratama. Pada tahun ini ia sudah ikut AJC, namun sayang lengkahnya hanya sampai R2. Pada akhir tahun lalu, Vira merupakan juara Junior Master. Tahun lalu juga ia mengikuti Kejuaraan Asia U17 dan melaju hingga Semifinal setelah kalah dari Pattarasuda Chaiwan. Dengan bekal pengalaman yang cukup banyak, tahun depan AJC WJC rasanya ia akan jadi pengganti Gregoria sebagai andalan Indonesia.
2. Eprilia Mega Ayu Swastika: Sama seperti Vira, Epril merupakan salah satu penghuni pelatnas pratama saat ini. Epril pada AJC lalu juga sudah ikut serta diajang perorangan dan ia hanya melaju sampai babak ketiga. Status Pelatnas dan pengalaman AJC tahun ini, mungkin cukup untuk dia kembali bertarung dikejuaraan junior tahun depan.
3. Putri Kusumawardhani: Putri Kusumawardai merupakan atlet asal PB Exist. Diajang junior master tahun lalu, Putri berada diperingkat kedua dibawah Savira. Tahun lalu juga ia di kejuaraan Asia U15 mampu mencapai QF dan tahun ini kejuaraan asia U17 ia melaju hingga babak ketiga. Ditahun ini pula Putri sudah akrab dengan podium Sirnas, ia berhasil jadi juara di Sirnas Cilegon dan Sirnas Batam kategori TRI. Prestasinya yang cukup baik tahun lalu dan tahun ini, peluang ia ikut AJC WJC tahun depan terbuka lebar.
4. Aisha Galuh Maheswari: Pemain ini merupakan tunggal putri didikan PB Djarum. Usia yang masih 15 tahun namun prestasinya cukup membanggakan. Sejak 2015 ia sudah mengikuti kejuaraan Asia U15, saat itu ia melaju hingga 8 besar. Ditahun berikutnya dengan kelompok umur yang sama Aisha mengalami peningkatan. Ia melenggang ke babak semifinal. Seakan tidak pernah puas, ditahun ini Aisha berpartisipasi kembali dikejuaraan Asia namun naik kelas jadi U17. Baru saja naik tingkat tapi pencapaiannya tidak buruk, ia mampu ke babak 8besar. Di ajang Sirnas tahun ini pun Aisha merebut 1 gelar yakni di Sirnas Manado. Pengalaman internasional cukup banyak dan masih sangat belia, tidak mengherankan jika tahun depan Aisha ada di AJC maupun WJC.
Sebenarnya masih ada banyak lagi remaja-taruna yang cukup layak dan berpeluang ke kejuaraan junior tahun depan. Alifia Intan Nurrohkhim, Yasnita Enggira Setiawan, Aisyah Sativa, Stephanie Widjaja, serta Syalsabila Vahira Irmawan pasti akan berusaha sekeras mungkin untuk bersaing memperebutkan tempat.

Friday, October 20, 2017

Djarum Sirnas 2017: Li-Ning Kepulauan Riau Open

Seri keenam dari gelaran Djarum Sirkuit Nasional akhirnya singgah ke pulau Sumatera. Batam menjadi satu-satunya destinasi Sirnas tahun ini di Sumatera. Pada seri ini PB Exist dan Mutiara Cardinal menjadi klub terbanyak yang meraih gelar yakni dengan raihan masing-masing 4 gelar.

Podium Ganda Dewasa Putra (djarumbadminton)
Hasil Kategori Dewasa Sirnas Batam 2017:
Juara:
TDA: Fikri Ihsan Hadmadi (Tangkas Intiland Jakarta)
TDI: Hera Desi Rachmawati (Mutiara Cardinal Bandung)
GDA: Althof Baariq/Reinard Dhanriano (Mutiara Cardinal Bandung)
GDI: Dian Fitriani/Nadiya Melati (Pertamina Fastron Jakarta)
GDC: Reinard Dhanriano/Maretha Dea Giovani (Mutiara Cardinal Bandung)
Runner-up:
TDA: Alamsyah Yunus (Asep Suharno Badminton Academy Jakarta)
TDI: Mia Mawarti Utami (Guna Dharma Bandung)
GDA: Fernando Kurniawan/Tri Kusuma Wardana (Djarum Kudus/Berkat Abadi Banjarmasin)
GDI: Maretha Dea Giovani/Suci Rizki Andini (Mutiara Cardinal Bandung)
GDC: Tri Kusuma Wardana/Suci Rizki Andini (Berkat Abadi Banjarmasin/Mutiara Cardinal Bandung)

podium Ganda Taruna Campuran (djarumbadminton)
Hasil Kategori Taruna U19 Sirnas Batam 2017:
TTA:
1. Auditya Alpha Hidayat (Mutiara Cardinal Bandung)
2. Noval Ramadhan (Djarum Kudus)
3/4. Rezha Akbar Raja Husain Ym (Djarum Kudus)
3/4. Muhammad Antonio Dhyasz (Mutiara Cardinal Bandung)
TTI:
1. Putri Ayu Desiderianti (Exist Jakarta)
2. Melsya Nur Fitriani (Victory Bogor Jaktim)
3/4. Hana Sri Najilah (Exist Jakarta)
3/4. Angel Christabel Mandagi (PPLP Kepulauan Riau)
GTA:
1. Habib Alfariz/Steven Henri Cornelis (Pusdiklat Telkom Bandung)
2. Abiyyu Fauzan Majid/Fiesal Wiranto (Pusdiklat Telkom Bandung)
3/4. Farkhan Pandu Pramudyta/Yanuar Wahyu Ramadhani (Exist Jakarta)
3/4. Muhammad Nur Hafizi/Naufal Ligo Saufik (Djarum Kudus)
GTI:
1. Aldira Rizki Putri/Ayu Gary Luna Maharani (Djarum Kudus)
2. Aisyah Nuraini/Annisa Mubarokah (FIFA Badminton Club Sidoarjo)
3/4. Desta Akastiningrum/Yastia Agustiani (Pusdiklat Telkom Bandung)
3/4. Beverly Gabriela/Nur Sakinah Aulia (Exist Jakarta)
GTC:
1. Ricky Riyanto/Annisa Mubarokah (ISTC Berkat Abadi Sukabumi/FIFA Badminton Club Sidoarjo)
2. Abhinaya Rakan Adira/Dara Sri Yuliani (Jaya Raya Jakarta)
3/4. Andy Adly Dzil/Aisyah Nuraini (ISTC Berkat Abadi Sukabumi/FIFA Badminton Club Sidoarjo)
3/4. Naufal Ligo Saufik/Ayu Gary Luna Maharani (Djarum Kudus)\

Giovani Fevta/Nita Violina (djarumbadminton)
Hasil Kategori Remaja U17 Sirnas Batam 2017:
TRA:
1. Muhammad Akbar Firdaus (Exist Jakarta)
2. Ilmi Taupik Hidayat (Exist Jakarta)
3/4. Tegar Sulistio (Exist Jakarta)
3/4. Benito Putra Ananta (Exist Jakarta)
TRI:
1. Putri Kusuma Wardani (Exist Jakarta)
2. Yasnita Enggira Setiawan (Exist Jakarta)
3/4. Titifany Ilahi (FIFA Badminton Club Sidoarjo)
3/4. Ivanna Celia Handoyo (Exist Jakarta)
GRA:
1. Azhar Zaim Zaidan/Moh Rezky Alfarez (SKO Ragunan)
2. Ari Kusuma/Bagas Febrian Sani (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Muhammad Nendi Novantino/Teges Satriaji Cahyo Utomo (Jaya Raya Jakarta)
3/4. Alfa Rizki Fadlika/Andre Timotius Tololiu (Jaya Raya Jakarta)
GRI:
1. Gity Gabriel Rambing/Sang Ayu Putu Kharisma (Djarum Kudus)
2. Kelly Larissa/Shelandry Vyola (Djarum Kudus)
3/4. Indira Hendzie Pramestya/Shanda Amaliza (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Berlian Putri Laksono/Priskyla Ma'mudah (FIFA Badminton Club Sidoarjo)
GRC:
1. Giovani Fevta/Nita Violina (Exist Jakarta)
2. Ari Kusuma/Indira Hendzie Pramestya (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Crisandy Santosa/Melani Mamahit (Exist Jakarta)
3/4. I Putu Pande Sheva Brahmantya Putra/Fauzia Kartikasari (Djarum Kudus)

Djarum Sirnas 2017: Li-Ning Jawa Tengah Open

Djarum Sirkuit Nasional 2017 terus berlanjut. Setelah sukses di 4 seri sebelumnya, seri kelima kini berada di Jawa Tengah tepatnya dikota Semarang. Sirnas Jateng berlangsung di Gelora USM dari tanggal 21 Agustus hingga 26 Agustus. Nomor yang dipertandingkan masih tetap sama tidak ada perubahan sama sekali. Pada sirnas kali ini, sudah mulai ada beberapa yang sebelumnya remaja kini mulai naik ke taruna. Persaingan menjadi semakin sengit dan seru.

Podium tunggal dewasa putra (djarumbadminton)
Hasil Kategori Dewasa Sirnas Semarang 2017:
Juara:
TDA: Shesar Hiren Rhustavito (Djarum Kudus)
TDI: Hera Desi Rachmawati (Mutiara Cardinal Bandung)
GDA: Riky Widianto/Rizko Asuro (Tjakrindo Masters Surabaya/Pertamina Fastron Jakarta)
GDI: Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita (Berkat Abadi Banjarmasin)
GDC: Riky Widianto/Richi Puspita Dili (Tjakrindo Masters Surabaya/SGS PLN Bandung)
Runner-up:
TDA: Vicky Angga Saputra (Tangkas Intiland Jakarta)
TDI: Ana Rovita (USM Badminton Club Semarang)
GDA: Muhammad Fachrikar Adma/Reza Dwicahya Purnama (Jaya Raya Jakarta)
GDI: Sinta Arum/Uswatun Khasanah (PBAD)
GDC: Hendra Aprida Gunawan/Dian Fitriani (Djarum Kudus/Pertamina Fastron Jakarta)

podium ganda taruna putra (djarumbadminton)
Hasil Kategori Taruna U19 Sirnas Semarang 2017:
TTA:
1. Auditya Alpha Hidayat (Mutiara Cardinal Bandung)
2. Mochamad Rehan Diaz (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Fajariyanto (Galaxy Sidoarjo)
3/4. Handoko Yusuf Wijayanto (Djarum Kudus)
TTI:
1. Syalsabila Vahira Imawan (Exist Jakarta)
2. Desima Aqmar Syarafina (Djarum Kudus)
3/4. Melsya Nur Fitriani (Victory Bogor Jaktim)
3/4. Bening Sri Rahayu (Exist Jakarta)
GTA:
1. Ferdian Mahardika Ranialdy/Ghifari Anandaffa Prihardika (Jaya Raya Jakarta)
2. Muhammad Juan Elgiffani/Ramsha Ariadita (Victory Bogor Jaktim)
3/4. Alfandy Rizky Kasturo/Emanuel Randhy Febryto (Jaya Raya Jakarta)
3/4. Ario Bimo Gagat/Pramudya Kusumawardana (Djarum Kudus)
GTI:
1. Febby Valencia/Lisa Ayu Kusumawati (Djarum Kudus)
2. Nita Violina/Putri Syaikah (Exist Jakarta)
3/4. Nur Aisyah/Tsavanne Bethalia (Exist Jakarta)
3/4. Rayhan Vania Salsabila/Putri Andini Widyaningrum (Djarum Kudus)
GTC:
1. Leo Rolly Carnando/Metya Inayah (Djarum Kudus)
2. Renaldi Samosir/Hediana Julimarbela (Exist Jakarta)
3/4. Dwiki Rafian/Aldira Rizki (Djarum Kudus)
3/4. Ghifari Anandaffa/Dhea Bunga Anjani (Jaya Raya Jakarta)

GRI: Shelandry Viola/Kelly Larisa (djarumbadminton)
Hasil Kategori Remaja U17 Sirnas Semarang 2017:
TRA:
1. Bobby Setiabudi (Djarum Kudus)
2. Muhammad Iqbal (Exist Jakarta)
3/4. Syabda Perkasa Belawa (Djarum Kudus)
3/4. Christian Adinata (Tangkas Intiland Jakarta)
TRI:
1. Yasnita Enggira Setiawan (Exist Jakarta)
2. Shabrina Aulia Yasmin (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Aisyah Sativa Fatetani (Djarum Kudus)
3/4. Regina Abela Rullyanda (Candra Wijaya International Badminton Club Tangerang Selatan)
GRA:
1. Alfa Rizki Fadlika/Andre Timotius Tololiu (Jaya Raya Jakarta)
2. Muhammad Nendi Novantino/Teges Satriaji Cahyo Utomo (Jaya Raya Jakarta)
3/4. Crisandy Santosa/Nauffal Daffa Dio Risqullah (Exist Jakarta)
3/4. Jaya Alfian Huda/Muhammad Yahdil Ansar (Jaya Raya Jakarta)
GRI:
1. Denisa Dwi Syawaliah/Nahla Aufa Dhia Ulhaq (jaya Raya Jakarta)
2. Shelandry Viola/Kelly Larrisa (Djarum Kudus)
3/4. Putri Larasati/Salsabilla Prameswara Haryanto (Exist Jakarta)
3/4. Berliona Alma Pradisa/Muzammil Elya Tantri (Djarum Kudus)
GRC:
1. Giovani Fevta/Nita Violina (Exist Jakarta)
2. Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning (Jaya Raya Jakarta)
3/4. Teges Satriaji Cahyo Utomo/Rafika Putri Sejati (Jaya Raya Jakarta)
3/4. Muhammad Galih Rezka/Salsabila Prameswara Haryanto (Exist Jakarta)

Rekap Pelatnas PBSI 2017: September (Part 2)

PraveenDeby akhirnya kembali juara SS.
Podium tunggal putra KoreaSS
4. Korea Open: Turnamen BWF level Super Series ketujuh ini adalah salah satu pencapaian terbaik Indonesia di SS/SSP pada tahun ini. Indonesia rebut 2 gelar dan 2 runner-up dari negeri Ginseng ini. Sejarah pun tercipta disini yakni berhasil ciptakan All Indonesian Final pada sektor tunggal putra.
Perjalanan MS Pelatnas:
- Jonatan Christie: RUNNER-UP vs Anthony Sinisuka Ginting 13-21 21-19 20-22.
- Anthony Sinisuka Ginting: JUARA vs Jonatan Christie 21-13 19-21 22-20.
Perjalanan WS Pelatnas:
- Fitriani: R1 vs Sayaka Sato.
- Gregoria Mariska: R2 vs Yip Pui Yin.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Berry Angriawan/Hardianto: R1 vs Mathias Boe/Carsten Mogensen.
- Fajar Alfian/Rian Ardianto: R1 vs Liao Min Chun/Su Cheng Heng.
- Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo: RUNNER-UP vs Mathias Boe/Carsten Mogensen 19-21 21-19 15-21.
Perjalanan WD Pelatnas:
- Greysia Polii/Apriani Rahayu: QF vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.
Perjalanan XD Pelatnas:
- Ronald Alexander/Annisa Saufika: Qual 2 vs Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa.
- Praveen Jordan/Debby Susanto: JUARA vs Wang Yilyu/Huang Dongping 21-17 21-18.

5. Singapore International Series: Berbarengan dengan KoreaSS, di SingapuraIS Pelatnas menurunkan para pemain pratama untuk unjuk gigi. Kesempatan yang diberikan tak disia-siakan oleh para atlet pratama. Indonesia sukses jadi juara umum dengan raihan 4 gelar.
Perjalanan MS Pelatnas:
- Vega Vio Nirwanda: R3 vs Leong Jun Hao.
- Chico Aura Dwi Wardoyo: QF vs Loh Kean Yew.
- Ezni Shafira: SF vs Ng Zin Rei Ryan.
Perjalanan WS Pelatnas:
- Gabriella Meilani Moningka: R1 vs Chua Hui Zhen Grace.
- Ghaida Nurul Ghaniyu: QF vs Russelli Hartawan.
- Russelli Hartawan: JUARA vs Goh Jin Wei 21-13 10-21 21-19.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Calvin Kristanto/Bagas Maulana: R2 vs Krit Tantianakul/Nanthakarn/Yordphaisong.
- Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy: R1 vs Terry Hee Yong Kai/Albert Saputra.
- Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya: SF vs Akbar Bintang Cahyono/Dicky Giovani Oktavan.
- Akbar Bintang Cahyono/Dicky Giovani Oktavan: RUNNER-UP vs Reza Pahlevi/Kenas Adi Haryanto 18-21 18-21.
- Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlevi: JUARA vs Akbar Bintang/Dicky Giovani 21-18 21-18.
Perjalanan WD Pelatnas:
- Mychelle Crhystine Bandaso/Winny Oktavina Kandow: R1 vs Ng Wing Yung/Yuen Sing Ying.
- Bunga Fitriani/Angelica Wiratama: R2 vs Sanyogita Ghorpade/Prajakta Sawant.
- Virni Putri/Meirisa Cindy: SF vs Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco.
- Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco: RUNNER-UP vs Nisak Puji Lestari/Ramadhani Hastiyanti Putri 19-21 24-26.
- Nisak Puji Lestari/Ramadhani Hastiyanti Putri: JUARA vs Tania Oktaviani/Vania Arianti 21-19 26-24.
Perjalanan XD Pelatnas:
- Fachryza Abimanyu/Bunga Fitriani: QF vs Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow.
- Rinov Rivaldy/Angelica Wiratama: SF vs Chang Tak Ching/Ng Wing Yung.
- Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow: SF vs Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso.
- Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso: JUARA vs Chang Tak Ching/Ng Wing Yung 21-16 21-18.

(badmintonindonesia.org)
6. Japan Open: Tur BWF Super Series setelah Korea langsung berlanjut ke negara tetangganya, Jepang. Di JepangSS pemain yang ada sama semua seperti di KoreaSS. Dengan bekal 2 gelar di Korea, sayang di Jepang ini Indonesia hanya sabet 1 gelar.
Perjalanan MS Pelatnas:
- Jonatan Christie: R1 vs Kenta Nishimoto.
- Anthony Sinisuka Ginting: R1 vs Hu Yun.
Perjalanan WS Pelatnas:
- Gregoria Mariska: Qual 1 vs Pai Yu Po.
- Fitriani: R1 vs Ratchanok Intanon.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Berry Angriawan/Hardianto: R1 vs Liu Cheng/Zhang Nan.
- Fajar Alfian/Rian Ardianto: R2 vs Takuto Inoue/Yuki Kaneko.
- Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon: JUARA vs Yuki Kaneko/Takuto Inoue 21-12 21-15.
Perjalanan WD Pelatnas:
- Greysia Polii/Apriani Rahayu: R2 vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.
Perjalanan XD Pelatnas:
- Praveen Jordan/Debby Susanto: SF vs Wang Yilyu/Huang Dongping.

Rekap Pelatnas PBSI 2017: September (Part 1)

Selepas kejuaraan dunia dan SEA Games, turnamen BWF mulai kembali ramai lagi dibulan September. Pada bulan ini bisa dibilang milik Indonesia karena tiap minggunya selalu ada wakil Indonesia yang berhasil naik podium bahkan beberapa menjadi juara. Dari junior hingga senior semua sukses membayar kepercayaan Pelatnas dengan hasil yang cukup memuaskan.

1. India Junior International Grand Prix: Dimulai sejak akhir Agustus, Indonesia menurunkan para juniornya diajang ini guna persiapan WJC Oktober nanti. Meski tidak semua diturunkan, tetapi hampir semua ganda Pelatnas junior diikut sertakan pada turnamen ini. Hasil tak mengecewakan, junior raih 1 gelar dan 2 runner-up.
Perjalanan WS Junior:
- Eprilia Mega Ayu Swastika: R1 vs Wu Luoyu.
- Choirunnisa: R2 vs Moto Hayashi.
Perjalanan MD Junior:
- Rehan Naufal Kusharjanto/Rinov Rivaldy: JUARA vs Pacharapol Nipornram/Kunvalut Vitidsarn 21-9 21-13.
Perjalanan WD Junior:
- Jauza Fadhila Sugiarto: QF vs Yui Suizu/Moe Yamaguchi.
- Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva: RUNNER-UP vs Kim Ji Min/Ah Yeong Seong 15-21 19-21.
Perjalanan XD Junior:
- Yeremia Erich Yacob Rambitan/Ribka Sugiarto: SF vs Rinov Rivaldy/Angelica Wiratama.
- Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva: SF vs Takuma Obayashi/Natsu Saito.
- Rinov Rivaldy/Angelica Wiratama: RUNNER-UP vs Takuma Obayashi/Natsu Saito 21-18 16-21 17-21.

2. Malaysia International Junior Open: Setelah cukup berhasil dengan wakil yang terbatas di India, para junior langsung lanjut ke Malaysia Junior dengan jumlah wakil yang lebih banyak. Hasilnya Indonesia jadi juara umum dinegeri tetangga.
Perjalanan MS Junior:
- Nyoman Triadnya Arya Kurniawan: R1 vs Tze Yong Ng.
- Fathurrahman Fauzi: R2 vs Li Shifeng.
- Syabda Perkasa Belawa: R3 vs Bobby Setiabudi.
- Karono: QF vs Alberto Alvin Yulianto.
- Bobby Setiabudi: QF vs Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay.
- Alberto Alvin Yulianto: SF vs Handoko Yusuf Wijayanto.
- Gatjra Piliang Cupu Fiqilahi: SF vs Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay.
- Handoko Yusuf Wijayanto: RUNNER-UP vs Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 21-18 18-21 14-21.
- Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay: JUARA vs Handoko Yusuf Wijayanto 18-21 21-18 21-14.
Perjalanan WS Junior:
- Eprilia Mega Ayu Swastika: R2 vs Vu Thi Anh Thu.
- Silvi Wulandari: R3 vs Lee Eun Ji.
- Choirunnisa: R3 vs Chen Nianzu.
- Savira Sandradewi: Wei Yaxin.
- Sri Fatmawati: QF vs Wei Yaxin.
- Asty Dwi Widyaningrum: SF vs Aurum Oktavia Winata.
- Aurum Oktavia Winata: RUNNER-UP vs Chen Nianzu 21-8 12-21 15-21.
Perjalanan MD Junior:
- Rehan Naufal Kusharjanto/Yeremia Erich Yacob Rambitan: R3 vs Emanuel Randhy Febrito/Alfandy Rizky Kasturo.
- Alan Muhammad Afwanil/Ade Bagus Sapta: R3 vs Di Zijian/Wang Chang.
- Adnan Maulana/Shohibul Fikri: QF vs Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin: SF vs Ghifari Anandaffa Prihardika/Ferdian Mahardika.
- Ghifari Anandaffa Prihardika/Ferdian Mahardika: RUNNER-UP vs Emanuel Randhy/Alfandy Rizky 17-21 15-21.
- Emanuel Randhy Febryto/Alfandy Rizky Kasturo: JUARA vs Ghifari Anandaffa/Ferdian Mahardika 21-17 21-15.
Perjalanan WD Junior:
- Siti Fadia Silva/Agatha Imanuela: R3 vs Jeong Na Eun/Lee Eun Ji.
- Serena Kani/Phita Mentari Haningtyas: QF vs Kim Ji Min/Ah Yeong Seong.
- Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto: JUARA vs Pearly Kong Le Tan/Ee Wei Toh 21-17 21-18.
Perjalanan XD Junior:
- Renaldi Samosir/Hediana Julimarbela: QF vs Rinov Rivaldy/Ribka Sugiarto.
- Rinov Rivaldy/Ribka Sugiarto: SF vs Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Angelica Wiratama.
- Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti: RUNNER-UP vs Yeremia Erich Rambitan/Angelica Wiratama 11-21 16-21.
- Yeremia Erich Yacob Rambitan/Angelica Wiratama: JUARA vs Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva 21-11 21-16.

Podium XD (instagram daevamo)
3. Vietnam Open: Turnamen BWF berlevel Grand Prix ini Pelatnas menurunkan wakil cukup banyak dan ajang ini dijadikan coba-coba pasangan baru dibeberapa sektor guna mendapatkan pasangan yang ideal untuk dimasa mendatang.
Perjalanan MS Pelatnas:
- Firman Abdul Kholik: R1 vs Pratul Joshi.
- Ihsan Maulana Mustofa: R2 vs Truong Thanh Long.
- Panji Ahmad Maulana: R3 vs Thammasin Sitthikom.
Perjalanan WS Pelatnas:
- Dinar Dyah Ayustine: SF vs Sayaka Takahashi.
- Hanna Ramadini: Vu Thu Trang.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Wahyu Nayaka Arya/Ade Yusuf Santoso: JUARA vs Liao Min Chun/Su Cheng Heng 12-21 21-16 23-21.
Perjalanan WD Pelatnas:
- Mychelle Crhystine Bandaso/Marsheilla Gischa Islami: R1 vs Dinh Thi Phuong Hong/Do Thi Hoai.
- Nisak Puji Lestari/Tiara Rosalia Nuraidah: R2 vs Soong Fie Cho/Tee Jing Yi.
- Anggia Shitta Awanda/Yulfira Barkah: QF vs Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong.
- Della Destiara Harris/Rizki Amelia Pradipta: RUNNER-UP vs Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong 16-21 19-21.
Perjalanan XD Pelatnas:
- Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso: R1 vs Tseng Min Hao/Hu Ling Fang.
- Yantoni Edy Saputra/Marsheila Gischa Islami: R1 vs Do Tuan Duc/Pham Nhu Thao.
- Ronald Alexander/Annisa Saufika: SF vs Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti.
- Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti: JUARA vs Riky Widianto/Masita Mahmuddin 21-14 21-14.

Rekap Pelatnas PBSI 2017: Agustus

Bulan Agustus merupakan bulan yang penting bagi dunia perbulutangkisan Indonesia dimana ada 2 turnamen besar yang bisa jadi tolak ukur perkembangan bulutangkis Indonesia. Selain 2 ajang besar tersebut, turnamen BWF pada bulan tersebut cukup sepi tidak seperti bulan-bulan lainnya.
Ronald/Ica juara NewZealandGPG (instagram ronald_alexander227)
1. New Zealand Open: Turnamen BWF berlevel Grand Prix Gold ini menjadi tur pertama dibulan Agustus. Pelatnas cukup banyak menurunkan wakilnya termasuk mengirim pasangan baru untuk penyegaran disektor ganda campuran dan hasilnya meraih satu gelar dari turnamen ini.
Perjalanan MS Pelatnas:
- Firman Abdul Kholik: R2 vs HS Prannoy.
- Jonatan Christie: R2 vs Lee Cheuk Yiu.
Perjalanan WS Pelatnas:
- Dinar Dyah Ayustine: QF vs Ratchanok Intanon.
- Hanna Ramadini: SF vs Ratchanok Intanon.
- Fitriani: SF vs Saena Kawakami.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Wahyu Nayaka Arya/Ade Yusuf Santoso: QF vs He Jiting/Tan Qiang.
- Moh Reza Pahlevi/Kenas Adi Haryanto: SF vs Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin.
Perjalanan WD Pelatnas:
- Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rosyita Ekaputri Sari: R1 vs Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara.
- Yulfira Barkah/Meirisa Cindy Sahputri: QF vs Liu Xuanxuan/Xia Yuting.
- Greysia Polii/Apriani Rahayu: SF vs Vivian Hoo/Woon Khe Wei.
Perjalanan XD Pelatnas:
- Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia: R1 vs Chan Peng Soon/Cheah Yee See.
- Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja: QF vs Ronald Alexander/Annisa Saufika.
- Ronald Alexander/Annisa Saufika: JUARA vs Sawan Serasinghee/Setyana Mapasa 21-19 21-14.

Beregu putra Sea Games 2017(badmintonindonesia.org)
2. SEA Games 2017: Indonesia selalu ditakuti diajang SEA Games cabor Bulutangkis, bagaimana tidak sejak pertama kali cabor Bulutangkis diadakan di SEA Games, Indonesia selalu menjadi juara umum. Namun kini tradisi tersebut terhenti, untuk pertama kalinya Indonesia gagal menjadi juara umum dan Thailand berhasil mendobrak singgasana Indonesia di ASEAN. Pada SEAG 2017, Indonesia hanya berhasil bawa pulang 2 emas dan 4 perunggu. Di SEAG 2017 ini juga Indonesia harus kehilangan 2 pemain yakni Rosyita Ekaputri dan Edi Subaktiar yang menderita cedera ketika bertanding.
Beregu Putra:
- QF vs Kamboja 3-0 (Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik.)
- SF vs Thailand 3-1 (Jonatan Christie, Fajar Alfian/Rian Ardianto, Ihsan Maulana Mustofa, Berry Angriawan/Hardianto).
- JUARA vs Malaysia 3-0 (Jonatan Christie, Fajar Alfian/Rian Ardianto, Ihsan Maulana Mustofa).
Beregu Putri:
- SF vs Malaysia 0-3 (Fitriani, Rosyita Ekaputri Sari/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Hanna Ramadini).
Individual WS:
- Fitriani: QF vs Goh Jin Wei.
- Gregoria Mariska: SF (Perunggu) vs Soniia Cheah.
Individual MS:
- Ihsan Maulana Mustofa: SF (Perunggu) vs Khosit Phetpradab.
- Jonatan Christie: JUARA (EMAS) vs Khosit Phetpradab 21-19 21-10.
Individual MD:
- Berry Angriawan/Hardianto: QF vs Bodin Issara/Nipitphon Phuangphuapet.
- Fajar Alfian/Rian Ardianto: SF (Perunggu) vs Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh.
Individual WD:
- Greysia Polii/Apriani Rahayu: R1 vs Jongkolphan Kititharakul.
- Dinar Dyah Ayustine/Hanna Ramadini: R1 vs Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean.
Individual XD:
- Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja: R1 vs Chan Peng Soon/Cheah Yee See.
- Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia: QF vs Bodin Issara/Savitree Amitrapai.

(Badminton Photo)
3. BWF World Championship: Berhubung Kejuaraan dunia berbarengan dengan SEA Games memaksa Pelatnas PBSI hanya mengirimkan sedikit wakil ke WBC, bahkan tanpa ganda putri dan tunggal putri. Dengan wakil yang terbatas, Indonesia berhasil membawa satu gelar ke tanah air atas nama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Perjalanan MS:
- Tommy Sugiarto: R2 vs Anders Antonsen.*
- Anthony Sinisuka Ginting: R2 vs Sai Praneeth.
Perjalanan WS:
- Lyanny Alessandra Mainaky: R2 vs Sun Yu.*
Perjalanan MD:
- Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi: R3 vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.
- Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo: QF vs Chai Biao/Hong Wei.
- Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro: RUNNER-UP vs Liu Cheng/Zhang Nan 10-21 17-21.
Perjalanan XD:
- Praveen Jordan/Debby Susanto: QF vs Zheng Siwei/Chen Qingchen.
- Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir: JUARA vs Zheng Siwei/Chen Qingchen 15-21 21-16 21-15.

Tuesday, October 10, 2017

Pengalaman Nonton: Jomblo

Film Jomblo merupakan sebuah film remake atau reboot dari film yang berjudul sama yang pernah ada pada tahun 2006. Meski dengan cerita baru yang lebih menyesuaikan dengan realita masa kini film Jomblo masih tetap dibawah arahan sutradara Hanug Bramantyo.

Film Jomblo memang sudah sangat ditunggu-tunggu setelah sempat beredar kabar film tersebut direncanakan akan dibuat ulang. Bagaimana tidak, Jomblo 2006 merupakan film yang banyak dicintai oleh masyarakat Indonesia sehingga banyak yang penasaran dengan Jomblo yang baru ini. Kini, film tersebut sudah hadir dan jelas sangat berbeda jauh dengan pendahulunya.

Jomblo 2017 masih menggunakan tokoh yang sama yakni 4 sahabat yang memiliki masalah dalam hal percintaan. Ada Agus yang jatuh cinta dengan teman lamanya, Rita, Doni sang playboy, Olip yang sangat pemalu untuk berkenalan dengan Asri, serta Bimo yang selalu ditolak. Dari segi cerita, Jomblo saat ini sedikit menambah konflik yang ada namun tetap diselingi jokesnya yang bisa menimbulkan gelak tawa.

Agus yang diperankan oleh Ge Pamungkas merupakan tokoh yang paling banyak muncul, namun penampilannya cukupa apik sehingga selalu mengundang tawa. Arie Kriting sebagai Bimo pun tak buruk, seperti kehidupan nyata ia juga masih jomblo. Sepertinya memang Arie sangat mendalami perannya ini. Olip (Deva Mahenra) seseorang yang sangat pemalu berkenalan dengan wanita dan memiliki latar belakang keluarga TNI, Deva berhasil memerankannya. Sayang, porsi dia difilm ini sedikit. Doni yang diperankan oleh Richard Kyle, sungguh ia adalah tokoh yang sangat mengganggu. Alasannya adalah karena kurang lancarnya ia berbahasa Indonesia. Setiap dialog dia, harus memahami dua kali apa yang dikatakannya.  Selain mereka, ada juga Asri (Aurelie Moeremans), Lani (Indah Permatasari), dan Rita (Natasha Rizky) tampil difilm ini dan peran para aktris tersebut dapat mengimbangi bahkan sedikit menutup kekurangan dari aktor-aktornya. Film ini juga didukung oleh 2 pemeran yang penting dan ditunggu-tunggu adegannya yakni Jonur (Adjis Doa Ibu) yang super ngeselin serta Teh Guti (Deswita Maharani) dengan celotehan-celotehannya.

Selain cerita yang baru, soundtrack difilm Jomblo 2017 ini juga sangat berbeda. Jika pada 2006 lagunya melow, di 2017 sesuai lagi jaman-jamannya soundtrack Jomblo sekarang beraliran musik EDM. Visualisasi pada film Jomblo ini juga unik dan menghibur. Sejak awal sudah ada tulisan 'permintaan maaf atas kesamaan tokoh, dll' dengan bahasanya yang cukup menggelitik. Dipertengahan film juga ada tambahan efek dan animasi yang buat film ini tidak membosankan.

Secara keseluruhan Jomblo 2017 cukup menghibur bagi sebuah film komedi meskipun sangat berbeda dan belum mampu lebih baik dari film Jomblo terdahulu. Bagi para penggemar Jomblo dulu, cobalah untuk tidak membanding-bandingkannya, nikmatilah film-nya!