Friday, August 4, 2017

Pengalaman Nonton: Mars Met Venus (Part Cewek & Part Cowok)


Mars Met Venus merupakan sebuah film yang berceritakan tentang sepasang kekasih bernama Kelvin (Ge Pamungkas) dan Milla (Pamela Bowie) yang sudah berpacaran lama. Suatu waktu Kelvin membuat rencana untuk membuat vlog bersama Milla dalam rangka melamar kekasihnya tersebut bersama Lukman (Lukman Sardi). Namun dalam perjalanannya vlog tersebut menimbulkan sebuah konflik yang diakibatkan perbedaan sudut pandang dan kesalah pahaman.

Dalam film Mars Met Venus ini dibagi menjadi dua bagian, yakni berdasarkan perspektif laki-laki dan perempuan menghadapi sebuah permasalahan dalam suatu hubungan. Part Cewek dirilis sejak 20 Juli 2017 lalu sedangkan Part Cowok dirilis dua minggu kemudian atau tepatnya 3 Agustus 2017.

Secara ide cerita sebenarnya kedua film tersebut kurang lebih sama. Namun untuk part cowoknya ini lebih menarik dikarenakan ada beberapa bagian yang mampu melengkapi yang tidak ada di part ceweknya. Cerita yang ditampilkan pada film ini juga terbilang ringan dan sesuai dengan kehidupan remaja-remaja dalam menjalankan sebuah hubungan (pacaran).

Penampilan Pamela Bowie pada film ini tidak perlu diragukan lagi karena ia sudah sering bermain sebagai peran utama. Berbeda dengan Ge, sepertinya film ini merupakan yang pertama bagi ia menjadi pemain utama, karena dikebanyakan film sebelumnya ia hanya menjadi pemain pendukung. Baik Ge maupun Pamela selaku pemain utama, mereka menjalankan perannya dengan baik. Sebuah chemistry diantara mereka juga sangat terasa. Selain Ge dan Pamela, film ini juga didukung oleh Cameo Project (Reza Nangin, Ibob Tarigan, Martin Anugrah, dan Steve Pattinama) di tim Mars bersama Ge, sedangkan di tim Venus-nya Pamela ada Rani Ramadhany dan Ria Ricis. Penampilan yang mereka tunjukkan difilm ini juga membantu keseruan dan kelucuan, terutama Cameo Project yang selalu mengundang gelak tawa karena melihat kelakuan mereka.

Soundtrack berjudul "Dulu, Kini, dan Nanti" yang dinyanyikan oleh Citra Scholastika pada part cewek dan Adis Putra pada part cowok juga sangat pas sehingga menambah sensasi kegalauan yang ditampilkan pada adegan. Visualisasi film ini juga dilengkapi dengan sedikit animasi setiap pergantian hari pada vlog dan beberapa adegan ditampilkan lewat sebuah rekaman kamera seperti terasa vlog sungguhan.

Secara keseluruhan film ini layak ditonton karena ini film Indonesia pertama yang menggunakan dua bagian (sepengetahuan saya) dan dieksekusi cukup baik. Oiya, nonton film ini kalau bisa bareng pacar, temen-temen, atau sahabat ya, karena kebanyakan yang ada di studio adalah orang berpacaran yang mencar dan segerombolan anak sekolah. Ketika ada adegan dramanya, mereka pada bercanda mesra, sedangkan yang sendirian hanya bisa senyam-senyum tanpa ada orang diajak tertawa, seperti yang saya lakukan :))

No comments:

Post a Comment