Monday, December 18, 2017

Pencetak Rekor itu Bernama The Minions

foto: badmintonindonesia.org

Pasangan ganda putra nomor satu dunia sekaligus andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil keluar sebagai juara diajang bergengsi BWF Dubai Super Series Final 2017 setelah menaklukan pasangan asal China, Liu Cheng/Zhang Nan dua gim langsung 21-15 21-16 di partai final Minggu (17-12-2017) malam.

Kemenangan atas pasangan Tiongkok ini membuat Kevin/Gideon kembali mencetak hattrick kedua kalinya ditahun ini sekaligus menutup petualangan fantastis Kevin/Gideon sepanjang 2017 dengan meraih total tujuh gelar dari sebelas turnamen yang diikuti di ajang Super Series atau Super Series Premier.

Ketujuh gelar yang diraih Kevin/Gideon tahun ini diantaranya adalah All England Open Super Series Premier, India Open Super Series, Malaysia Open Super Series Premier, Japan Open Super Series, China Open Super Series Premier, Hong Kong Open Super Series, dan Dubai Super Series Final.

Raihan ini menjadikan Kevin/Gideon sebagai ganda putra pertama yang mampu meraih tujuh gelar dalam satu tahun kalender sekaligus mematahkan rekor yang dimiliki oleh pasangan Korea sebelumnya Yoo Yeon-seong/Lee Yong-dae yang memenangi enam gelar super series atau super series premier dalam satu tahun kalender, tepatnya pada 2015.


Selain memecahkan rekor dunia, pasangan berjulukan The Minions tersebut juga mengukuhkan diri sebagai salah satu ganda putra terbaik Indonesia sepanjang masa bersama Markis Kido/Hendra Setiawan dengan raihan total sepuluh gelar super series, mengalahkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dengan sembilan gelar super series.

Saturday, November 11, 2017

Rekap Pelatnas PBSI 2017: Oktober

Oktober merupakan bulan yang padat bagi para penghuni pelatnas. Baik junior maupun senior mendapatkan jatah turnamennya masing-masing. Pada bulan tersebut wakil pelatnas cukup banyak membawa pulang gelar juara dari turnamen junior hingga berlevel super series.

(badmintonindonesia.org)
1. BWF World Junior Championship (Team Event): Sama seperti AJC, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada gelaran WJC tahun ini.Sayang nasib tim Indonesia di WJC tak seperti di AJC, Indonesia harus puas berada diperingkat kelima kejuaraan dunia beregu junior.
Group H1: Indonesia 5-0 Brazil:
- Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva vs Fabricio Farias/Jacqueline Lima 21-16 21-5.
- Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu vs Waleson Vinicios Evangelista Dos Santos 21-8 21-11
- Gregoria Mariska vs Juliana Viana 21-9 21-12
- Muhammad Shohibul Fikri/Adnan Maulana vs Fabricio Farias/Waleson Vinicios 21-16 21-10
- Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto vs Jacqueline Lima/Juliana Viana 21-9 21-13
Group H1: Indonesia 5-0 Mongolia:
- Rinov Rivaldy/Angelica Wiratama vs Kherlen Darkhanbaatar/Temuulen Gombodorj 21-3 21-10
- Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay vs Sumiyasuren Enkhbat 21-6 21-5
- Choirunnisa vs Gantsetseg Baatarsuren 21-3 21-4
- M Shohibul Fikri/Yeremia Erich vs Sumiyasuren Enkhbat/Temuulen Gombodorj 21-3 21-6
- Agatha Imanuela/Siti Fadia vs Kherlen Darkhanbaatar/Gantsetseg Baatarsuren 21-7 21-4
Playoff Group H: Indonesia 3-0 Spain:
- M Shohibul Fikri/Adnan Maulana vs Jose Molares/Alvaro Vazquez 21-12 21-14
- Aurum Oktavia Winata vs Sara Penalver Pereira 21-12 21-17
- Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu vs Alex Alcala Dominguez 21-13 21-11
QF: Indonesia 1-3 China:
- M Shohibul Fikri/Adnan Maulana vs Fan Qiuyue/Wang Chang 21-13 18-21 15-21
- Gregoria Mariska vs Han Yue 21-17 21-17
- Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu vs Bai Yupeng 21-16 15-21 13-21
- Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto vs Li Xuanxuan/Xia Yuting 9-21 15-21
Final Stage 5-8: Indonesia 3-1 Thailand:
- Rehan Naufal Kusharjanto/Rinov Rivaldy vs Weeraphat Phakjarung/Panthorn Saengvanich 21-11 21-15
- Aurum Oktavia Winata vs Nuntakarn Aimsaard 20-22 12-21
- Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay vs Ruttanapak Oupthong 21-18 21-16
- Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva vs Thanapim Kaweenuntavong 21-15 23-21
Final Stage 5-6: Indonesia 3-1 India:
- Siti Fadia Silva/Rinov Rivaldy vs Dhruv Kapila/Rutaparna Panda 21-11 21-6
- Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay vs Kartikey Gulshan Kumar 21-16 22-20
- M Shohibul Fikri/Adnan Maulana vs Krishna Prasad Garaga/Dhruv Kapila 22-24 21-23
- Gregoria Mariska vs Aakarshi Kashyap 21-14 21-11
(inabadminton)
2. Yonex Dutch Open: Turnamen berlevel Grand Prix ini berlangsung di Almere, Belanda. Pelatnas PBSI mengirimkan paket hematnya yakni hanya kirim 4 wakil diantaranya 2 ganda putra dan 2 ganda putri. Hasilnya Indonesia sukses ciptakan All Indonesian Final pada sektor WD.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi: R2 vs Bastian Kersaudy/Julien Maio.
- Berry Angriawan/Hardianto: SF vs Takuto Inoue/Yuki Kaneko.
Perjalanan WD Pelatnas:
- All Indonesian Final: Della Destiara Harris/Rizki Amelia Pradipta vs Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani 21-17 21-16.

(badmintonindonesia.org)

3. BWF World Junior Championship (Individual Event): 
Hasil buruk yang diperoleh diajang beregu membuat para taruna Indonesia membayar kegagalannya tersebut dikategori individual. Junior Indonesia sabet 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Perjalanan MS Junior:
- Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay: R3 vs Takuma Obayashi.
- Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu: R3 vs Sen Lakshya.
- Muhammad Rehan Diaz: R5 vs Sen Lakshya.
- Alberto Alvin Yulianto: R5 vs Kodai Naraoka.
Perjalanan WS Junior:
- Asty Dwi Widyaningrum: R3 vs Han Yue.
- Choirunnisa: R5 vs Goh Jin Wei.
- Aurum Oktavia Winata: QF vs Gregoria Mariska.
- Gregoria Mariska Tunjung: JUARA vs Han Yue 21-13 13-21 24-22.
Perjalanan MD Junior:
- Ghifari Anandaffa Prihardika/Ade Bagus Sapta: R3 vs Di Zijian/Wang Chan.
- M Shohibul Fikri/Adnan Maulana: R4 vs Kang Min Hyuk/Kim Won Ho.
- Yeremia Erich Yoche Yacob/Rinov Rivaldy: SF vs Di Zijian/Wang Chan.
Perjalanan WD Junior:
- Serena Kani/Pitha Haningtyas Mentari: R2 vs Amalie Magelund/Freja Ravn.
- Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva: R4 vs Li Wenmei/Liu Xuanxuan.
- Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto: RUNNER-UP vs Baek Ha Na/Lee Yu Rim 21-18 11-21 3-21.
Perjalanan XD Junior:
- Renaldi Samosir/Hediana Julimarbela: R3 vs Kim Won Ho/Lee Yu Rim.
- Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva: RUNNER-UP vs Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari 23-21 15-21 18-21.
- Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari: JUARA vs Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva 21-23 21-15 21-18.
(badminto

4. Danisa Denmark Open: Super Series Premier keempat tahun ini pelatnas PBSI mengirimkan pasukan andalannya semua. Sayang tidak ada satupun gelar yang bisa dibawa pulang oleh pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia.
Perjalanan MS Pelatnas:
- Anthony Sinisuka Ginting: R1 vs Son Wan Ho.
- Jonatan Christie: R2 vs Rajiv Ouseph.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Berry Angriawan/Hardianto: R1 vs Kim Astrup/Anders Skaarupz Rasmusen.
- Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro: R1 vs Li Junhui/Liu Yucheb.
- Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi: QF vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
- Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo: RUNNER-UP vs Liu Cheng/Zhang Nan 16-21 24-22 19-21.
Perjalanan WD Pelatnas:
- Greysia Polii/Apriani Rahayu: R1 vs Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto.
- Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi: R1 vs Naoko Fukuman/Kurumi Yonao.
- Della Destiara Harris/Rizki Amelia Pradipta: QF vs Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto.
Perjalanan XD Pelatnas:
- Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir: SF vs Tang Chung Man/Tse Ying Suet.
(badmintonindonesia.org)
5. French Open: Setelah kegagalan di Denmark, para andalan Indonesia langsung terbang ke Prancis untuk melanjutkan tur eropanya. Wakil yang diturunkan hampir sama, hanya berkurang Kevin/Gideon yang mundur dan bertambahnya pasukan ganda campuran yakni Praveen/Debby.
Perjalanan MS Pelatnas:
- Jonatan Christie: R1 vs Wong Wing Ki Vincent.
- Anthony Sinisuka Ginting: QF vs Kenta Nishimoto.
Perjalanan WS Pelatnas:
- Dinar Dyah Ayustine: R1 vs Saena Kawakami.
- Hanna Ramadini: R2 vs Chen Yufei.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro: R2 vs Tan Qiang/He Jiting.
- Fajar Alfian/Rian Ardianto: QF vs Lee Jhe-Huei/Lee Yang.
Perjalanan WD Pelatnas:
- Greysia Polii/Apriani Rahayu: JUARA vs Shin Seung Chan/Lee So Hee 21-17 21-15.
Perjalanan XD Pelatnas:
- Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja: R1 vs Chen Qingchen/Zheng Siwei.
- Praveen Jordan/Debby Susanto: R2 vs Dechapol Puavaranukroh/Puttita Supajirakul.
- Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir: JUARA vs Zheng Siwei/Chen Qingchen 22-20 21-15.

(INABadminton)
6. USM Flypower Indonesia International Challenge: Turnamen yang digelar di Semarang ini pelatnas PBSI hanya mengirimkan peatnas pratamanya. Hasilnya pelatnas raih gelar disemua sektor ganda.
Perjalanan MS Pelatnas:
- Ramadhani M Zulkifli: Qual vs Yosua.
- Vega Vio Nirwanda: R1 vs Thammasin Sitthikorm.
- Panji Ahmad Maulana: R2 vs Ikhsan Leonardo Rumbay.
- Firman Abdul Kholik: R3 vs Kantaphon Wangcharoen.
- Chico Aryo Wardoyo: R3 vs Thammasin Sitthikorn.
- Enzi Shafira: SF vs Shesar Hiren Rhustavito.
Perjalanan WS Pelatnas:
- Isra Faradilla: R1 vs M. Thinaah
- Choirunnisa: R2 vs Wulan Cahya Utami.
- Aurum Oktavia Winata: R2 vs Sri Fatmawati.
- Eprilia Mega Ayu Swastika: QF vs Asty Dwi Widyaningrum.
- Gabriela Meilani Moningka: SF vs Shiori Saito.
Perjalanan MD Pelatnas:
- Fachryza Abimanyu/Yantoni Edi Saputra: Qual vs Rizky Hidayat/Loh Kean Hean.
- Rehan Naufal Kusharjanto/Yeremia Erich: R1 vs Agripina Prima/Jien Sern Ian Wong.
- Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy: R1 vs Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlevi.
- Calvin Kristanto/Bagas Maulana: R2 vs Markis Kido/Hendra Aprida Gunawan.
- All Pelatnas Final: Sabar Karyaman Gutama/Frengy Wijaya vs Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlevi 21-18 21-18.
Perjalanan WD Pelatnas:
- Winny Oktavina Kandow/Bunga Fitriani: R1 vs Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva.
- Virni Putri/Meirisa Cindy: R1 vs Ririn Amelia/Anna Ching Yik Cheong.
- Serena Kani/Pitha Haningtyas Mentari: R2 vs Febby Valencia/Lisa Ayu Kusumawati.
- Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco: R2 vs Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva.
- Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto: R2 vs Tiara Rosalia Nuraidah/Febriana Dwipuji.
- Yulfira Barkah/Nitya Krishinda Maheswari: QF vs Mychelle Crhystine Bandaso/Marsheilla Gischa.
- Nisak Puji Lestari/Ramadhani Hastiyanti Putri: QF vs Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva.
- Mychelle Crhystine Bandaso/Marsheilla Gischa: SF vs Tiara Rosalia Nuraidah/Febriana Dwipuji.
- All Pelatnas Final: Tiara Rosalia Nuraidah/Febriana Dwipuji vs Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva 21-19 21-18.
Perjalanan XD Pelatnas:
- Frengky Wijaya/Yulfira Barkah: Qual vs Renaldi Samosir/Hediana Julimarbela.
- Giovani Dicky Oktavan/Vania Arianti Sukoco: R1 vs Jian Yi Lee/Lee Zhi Qing.
- Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso: R1 vs Reinard Dhanriano/Maretha Dea.
- Bagas Maulana/Tiara Rosalia Nuraidah: R2 vs Riky Widianto/Masita Mahmuddin.
- Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow: R2 vs Fachryza Abimanyu/Bunga Fitriani.
- Yeremia Erich/Ribka Sugiarto: R2 vs Irfan Fadhilah/Pia Zebadiah.
- Yantoni Edi/Marsheila Gischa: QF vs Irfan Fadhilah/Pia Zebadiah.
- Fachryza Abimanyu/Bunga Fitriani: QF vs Riky Widianto/Masita Mahmuddin.
- Rinov Rivaldy/Angelica Wiratama: QF vs Rehan Naufal/Siti Fadia.
- Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva: JUARA vs Irfan Fadhilah/Pia Zebadiah 21-9 21-18.

Djarum Sirnas 2017: Li-Ning Nusa Tenggara Barat Open

Perburuan gelar bergengsi nasional Djarum Sirkuit Nasional kembali digelar. Setelah sukses bergulir diberbagai pulau di Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Kalimantan, kini giliran Nusa Tenggara Barat yang disambangi oleh para pebulutangkis nasional segala usia. Sirnas Mataram digelar di GOR 17 Desember pada 30 Oktober hingga 4 November lalu. Kategori yang dipertandingkan tetap sama yakni dewasa, taruna, dan remaja.

Podium ganda putri dewasa Sirnas Mataram
Hasil Kategori Dewasa Sirnas Mataram 2017:
Juara:
TDA: Vicky Angga Saputra (Tangkas Intiland Jakarta)
TDI: Ana Rovita (USM Badminton Club Semarang)
GDA: Agripina Primarahmanto Putera/Tedi Supriadi (Jaya Raya Jakarta/Djarum Kudus)
GDI: Dian Fitriani/Nadiya Melati (Pertamina Fastron Jakarta)
GDC: Fran Kurniawan/Richi Puspita Dili (Djarum Kudus/Sangkuriang Graha Sarana PLN Bandung)
Runner-up:
TDA: Fikri Ihsan Hadmadi (Tangkas Intiland Jakarta)
TDI: Hera Desi Ana Rachmawati (Mutiara Cardinal Bandung)
GDA: Alwi Mahardika/Muhammad Alfian Firsada (Halim Jakarta)
GDI: Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia (Berkat Abadi Banjarmasin)
GDC: Tedi Supriadi/Keshya Nurvita Hanadia (Djarum Kudus/Berkat Abadi Banjarmasin)


Podium tunggal taruna putra Sirnas Mataram
Hasil Kategori Taruna U19 Sirnas Mataram 2017:
TTA:
1. Fathurrahman Fauzi (Exist Jakarta)
2. Arya Kusuma (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Nur Yahya Adi Velani (PPLP Jatim)
3/4. Kevin Laurent Tanujaya (Sarwendah Badminton Club Jakarta)
TTI:
1. Diana Setiyoningsih (Exist Jakarta)
2. Putri Ayu Desiderianti (Exist Jakarta)
3/4. Syalsabilla Vahira Irmawan (Exist Jakarta)
3/4. Bening Sri Rahayu (Exist Jakarta)
GTA:
1. Habib Alfariz/Steven Henri Cornelis (Pusdiklat Telkom Bandung)
2. Caesar Bagus Sadewa/Timoti Wuisan (Eng Hian Badminton Academy/Exist Jakarta)
3/4. Abiyyu Fauzan Majid/Fiesal Wiranto (Pusdiklat Telkom Bandung)
3/4. Andy Adly Dzil/Ricky Ryanto (ISTC Berkat Abadi Sukabumi)
GTI:
1. Nita Violina Marwah/Putri Syaikah (Exist Jakarta)
2. Rayhan Vania Salsabilla/Putri Andini Wahyuningrum (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Aisyah Nuraini/Annisa Mubarokah (FIFA Badminton Club Sidoarjo)
3/4. Fauzia Kartikasari/Mia Dian (Djarum Kudus)
GTC:
1. Timoti Wuisan/Beverly Gabriella (Exist Jakarta)
2. Muhammad Juan Elgiffani/Windi Siti Mulyani (Victory Bogor Jaktim)
3/4. Fiesal Wiranto/Annisya Widya Permatasari (Pusdiklat Telkom Bandung/Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Andy Adly Dzil Ikram/Aisyah Nuraini (ISTC Berkat Abadi Sukabumi/FIFA Badminton Club Sidoarjo)

Muh Asqar Harianto (juara tunggal remaja putra)
Hasil Kategori Remaja U17 Sirnas Mataram 2017:
TRA:
1. Muhammad Asqar Hariyanto (Djarum Kudus)
2. Christian Adinata (Tangkas Intiland Jakarta)
3/4. Muhammad Iqbal (Exist Jakarta)
3/4. Muhammad Azahru Kasra (Djarum Kudus)
TRI:
1. Nurani Ratu Azzahra (Djarum Kudus)
2. Nadini Putri Arumni (Djarum Kudus)
3/4. Aisyah Sativa Fatetani (Djarum Kudus)
3/4. Devita Putri Alifia (Mutiara Cardinal Bandung)
GRA:
1.Arya Adi Saputra/Giovani Fevta Wijaya (Exist Jakarta)
2. Muhammad Alfian Hasyim/Yogi Pamungkas (Djarum Kudus)
3/4. Ari Kusuma/Bagas Febrian Sani (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Farel Arya Bimo/Mulyadi Rizka Saputra (Pratama Badminton Academy)
GRI:
1. Melanni Mamahit/Putri Larasati (Exist Jakarta)
2. Amalia Cahya Pratiwi/Devita Putri Alifia (Mutiara Cardinal Bandung)
3/4. Berlian Putri Laksono/Priskyla Ma'mudah (FIFA Badminton Club Sidoarjo)
3/4. Helena Ayu Puspitasari/Yely Diyunsari (Djarum Kudus)
GRC:
1. Ari Kusuma/Indira Hendzie Pramestya (Mutiara Cardinal Bandung)
2. Rahmad Julio Rafli Ritonga/Helena Ayu Puspitasari (Djarum Kudus)
3/4. I Putu Pande Sheva Brahmantya/Fauzia Kartikasari (Djarum Kudus)
3/4. Muhammad Galih Rezka Ramadhan/Salsabilla Prameswara Haryanto (Exist Jakarta)

Sunday, October 22, 2017

Siapa Aja yang Bisa Ikut AJC dan WJC 2018? (Part 2)

(foto: djarumbadminton)
Ganda Putra
1. Ghifari Anandaffa Prihardika/Ferdian Mahardika: Ghifari/Ferdian adalah pasangan ganda putra dari PB Jaya Raya Jakarta. Pasangan ini pada AJC kemarin juga diturunkan dan hasilnya hampai babak kedua. Ghifari sendiri sebenarnya di WJC juga ikut serta, namun ia dipasangkan dengan Ade Bagus Sapta asal PB Exist, sementara Ferdian tidak diikutkan. Pasangan Ghifari/Ade hanya sampai babak ketiga. Dengan pernah diikutkan AJC/WJC tahun ini, kans mereka untuk tahun depan sepertinya cukup terbuka meskipun jika nantinya mereka tidak dipasangkan.
2. Rehan Naufal Kusharjanto: Siapa yang tak mengenal Rehan sekarang? Juara ganda campuran AJC dan runner-up ganda campuran WJC ini masih bisa ikut junior tahun depan. Di ganda putra, saat AJC Rehan berpasangan dengan Rinov Rivaldy namun hanya melaju sampai babak kedua. Sementara di WJC ia hanya diganda campuran. Meskipun spesialis ganda campuran, namun nama Rehan bisa jadi opsi tambahan bagi ganda putra tahun depan di AJC atau WJC.
3. Ade Bagus Sapta Ramadhany: Pemain asal PB Exist ini sebenarnya berpasangan dengan Alan Afwanil, sebelum WJC dimulai pun ia dengan Alan ikut seleksi untuk menentukan pasangan yang lolos ke WJC. Saat seleksi mereka bersama pasangan Ghifari/Ferdian, namun dihasil akhir tim pelatih memilih membuat racikan baru sehingga terpilihlah Ade Bagus/Ghifari Ferdian. Ditahun ini Ade/Alan disirnas penampilannya cukup oke, mereka berhasil menjadi juara di Sirnas Manado dan Sinas Bandung. Sayangnya pasangan ini tidak bisa ke kejuaraan junior tahun depan karena Alan Afwanil tahun ini adalah tahun terakhirnya dijunior. Untuk Ade Bagus, dengan pengalaman & prestasi cukup baik sepertinya pengalaman ia ke kejuaraan junior tahun depan terbuka meski dengan pasangan yang berbeda.
Untuk pasangan ganda putra ini cukup sulit dikarenakan banyak yang berganti-ganti pasangan dan belum begitu konsisten dibanding 4 nama tersebut. Sejauh ini masih ada lagi beberapa nama yang berpotensi ke kejuaraan junior bergengsi tahun depan seperti Habib Alfariz/Steven Henri Cornelius, Daniel Marthin/Leo Rollycarnando, Rizki Adam, Andre Timotius Tololiu/Alfa Rizki Fadlika, Ari Kusuma/Bagas Febrian, serta Pramudya Kusumawardana. Selama mereka bisa konsisten dan membuktikan diri pantas maju, bukan tidak mungkin mereka ada yang dipanggil.

(Foto: djarumbadminton & badmintonindonesia)
Ganda Putri
1. Siti Fadia Silva/Agatha Imanuela: Sebuah jaminan sepertinya bagi mereka untuk tetap bertahan di pelatnas dan kembali mewakili Indonesia diajang AJC atau WJC tahun depan. Awal kemunculan mereka adalah ketika mampu menyulitkan pasangan dunia Luo Ying/Luo Yu diajang Indonesia Open tahun ini. Pencapaian mereka selain itu juga fantastis, Fadia/Agatha meraih perunggu di AJC dan di WJC tahun ini mereka berhasil sampai kebabak 8 besar. Ditahun depan, tentu mereka akan jadi andalan Indonesia.
2. Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma: Pasangan yang satu ini sama seperti Fadia/Agatha yang berasal dari PB Djarum. Tahun lalu ketika masih di Djarum, Ana/Ribka ini merupakan rival dari Fadia/Agatha. Mereka adalah runner-up dari kejuaraan Asia U15 tahun lalu dimana mereka kalah dari Fadia/Agatha. Ditahun ini sayangnya mereka berpisah, nasib pun berbeda. Ribka tahun ini semakin matang setelah berpasangan dengan Jauza yang mampu meraih perunggu AJC dan perak WJC. Sedangkan Febriana hanya 'diperem' di Pelatnas. Sangat disayangkan memang. Namun untuk tahun depan, dengan bekal pengalaman Ribka tahun ini yang sangat baik, bisa saja mereka kembali dipasangkan dan menjadi andalan tambahan bagi Indonesia disektor ganda putri.
3. Febby Valencia/Lisa Ayu Kusumawati: PB Djarum memang tak pernah ada habisnya dalam hal menerbitkan pemain ganda berbakat. Setelah Fadia/Agatha dan Ribka/Ana, masih ada lagi pasangan Febby/Lisa. Febby/Lisa ditahun ini sudah mengikuti AJC di Tangerang Selatan Juli lalu. Kala itu Febby/Lisa dipanggil bersama Metya untuk mewakili Indonesia di AJC selain yang ada dipelatnas. Namun sayangnya hasil mereka tidak maksimal. Febby/Lisa harus tersingkir dibabak kedua. Pada tahun ini Febby/Lisa sendiri telah berhasil merengkuh gelar Sirnas yakni ketika gelaran tersebut berkunjung ke Manado. Dengan pengalaman AJC lalu, peluang mereka untuk kembali bertanding diajang bergengsi junior tersebut cukup terbuka.
Sektor ganda putri merupakan sektor yang sangat ketat dikarenakan banyak bakat-bakat baru yang bermunculan. Selain ketiga pasangan tersebut, masih ada beberapa nama seperti dua ganda PB Exist, Melani Mamahit/Putri Larasati dan Putri Syaikah/Nita Violina. Lalu ada juga Kelly Larissa/Shelandry Vyola dan Putri Andini/Rayhan Vania Salsabilla.

(foto: djarumbadminton)
Ganda Campuran
1. Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva: Rehan/Fadia. Ketika nama mereka disebut saja orang pasti sudah tau apa yang telah ia capai pada tahun ini. Lalu... Apa yang harus ditulis lagi? Sudah 100% pasti dan jaminan mereka akan kembali tampil tahun depan. Juara AJC dan runner-up WJC masa nggak dipanggil, yakali... Jika memang mereka tak ikut kejuaraan junior tahun depan, sudah pasti mereka ada yang cedera (amit-amit) atau sudah naik kelas yang berarti junior bukan lagi kelasnya mereka.
2. Pramudya Kusumawardana/Lisa Ayu Kusumawati: Pasangan asal PB Djarum ini merupakan salah satu pasangan yang tampil di AJC tahun ini. Pram/Lisa kala itu hanya berhasil melaju hingga babak kedua sebelum akhirnya disingkarkan oleh pasangan China. Pada tahun ini juga ia adalah runner-up Sirnas di Manado pada Maret lalu. Ditahun 2016 Pram/Lisa pernah mengikuti kejuaraan Asia U17 dan pencapaian mereka cukup baik yakni melaju hingga babak semifinal. Jika terus tampil baik, pasangan ini bisa saja menjadi andalan Indonesia selain Rehan/Fadia.
3. Timoti Wuisan/Beverly Gabriela: Keponakan dari Greysia Polii, Beverly Gabriela ternyata masih kelahiran tahun 2000. Sejak dulu ia rutin mengikuti Sirnas dan pada tahun ini bersama pasangannya diganda campuran, Timoti Wuisan, tidak jarang mereka berada dipodium. Timoti/Bev pernah berada dipodium tertinggi di Sirnas Premier Bandung. Ditahun 2016 mereka juga sudah mengikuti kejuaraan Asia U17 dan melaju sampai kebabak 8 besar. Dengan beberapa raihan yang cukup membanggakan tersebut, tidak menutup kemungkinan mereka akan tampil dikejuaraan junior asia dan dunia tahun depan.
Sektor ganda campuran untuk kelas Taruna pada tahun depan cukup merata karena tidak ada yang mampu menguasainya secara rutin karna banyak dari kelas Taruna sekarang sudah lulus junior. Namun masih ada beberapa pasangan yang berpotensi menjadi yang terbaik guna berebut tempat inti seperti Leo Rollycarnando/Metya Inayah, Ghifari Anandaffa/Dhea Bunga Anjani, Giovani Fevta/Nita Violina, dan Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning. Bahkan bisa saja nama Ribka Sugiarto akan bermain di ganda campuran jika ada pasangan yang cocok.